RPP Koloid

RENCANA PERANGKAT PEMBELAJARAN (RPP)

A.    Identitas

1.    Sekolah                 : SMA/MA......

2.    Mata Pelajaran      : KIMIA

3.    Kelas/Semester     : XI/2

4.    Materi Pokok        : KOLOID

5.    Alokasi Waktu      : 10 JP (5 kali pertemuan)

 

 

B.    Kompetensi Inti (KI)

KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

 

C.    Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 

KD 3

KD 4

3.14 Mengelompokkan berbagai

4.14      Membuat makanan atau


 

 

 

tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya

produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid

Indikator

Indikator

3.14.1         Menjelaskan perbedaan larutan, koloid dan suspensi.

3.14.2         Mengidentifikasi jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi.

3.14.3         Menjelaskan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, elektroforesis, adsorpsi, koagulasi, dialisis).

3.14.4         Menjelaskan perbedaan koloid liofil dan liofob.

3.14.5         Menganalisis peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari.

3.14.6         Menjelaskan cara pembuatan koloid dengan cara dispersi

dan kondensasi.

4.14.1         Merancang percobaan membedakan larutan, koloid, dan suspensi

4.14.2         Merancang prosedur penjernihan air dengan konsep koagulasi dan adsorpsi

4.14.3         Melakukan percobaan membuat berbagai jenis koloid.

4.14.4         Mengajukan gagasan mengenai modifikasi pembuatan koloid.

 

D.    Tujuan Pembelajaran

1.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu membedakan larutan, koloid, dan suspensi dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

2.        Melalui pengamatan video, studi literasi, dan proses diskusi peserta didik mampu menjelaskan fase pendispersi dan terdispersi dari koloid, serta jenis-jenis koloid dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

3.        Melalui pengamatan video, studi literasi, dan proses diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi masalah dalam kehidupan terkait dengan kondisi air sungai yang semakin keruh dan kotor dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

4.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi dan perancangan alat peserta didik mampu menerapkan konsep koagulasi dan adsorpsi pada rancangan penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.


 

 

5.        Melalui pengamatan video, studi literasi, dan proses diskusi peserta didik mampu merancang prosedur penjernihan air dengan konsep koagulasi dan adsorpsi dengam memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

6.        Melalui pengamatan video, studi literasi, dan proses diskusi peserta didik mampu merangkai alat sesuai rancangan (produk rancangan) dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

7.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, dan perancangan alat peserta didik mampu menguji coba rancangan penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

8.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu menyempurnakan rancangan berdasarkan uji coba dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

9.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu menganalisis data hasil uji coba penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

10.     Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu menyimpulkan proses penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

11.     Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu mengkalkulasi biaya penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

12.     Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, dan eksperimen peserta didik mampu menjelaskan dampak lingkungan akibat air sungai yang kotor dan pemecahan masalahnya dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

E.    Materi Pembelajaran

Pertemuan 1

·         Materi Prasyarat

·         Campuran : Materi yang mengandung dua zat atau lebih dimana sifat kimia dari masing-masing zat tidak berubah dan dapat dipisahkan secara fisika.


 

 

·         Larutan : Campuran homogen dua zat atau lebih, masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik serta diameter zat terdispersinya lebih kecil dari 1nm.

·         Fakta

·         Ukuran partikel zat terlarut pada larutan kurang dari 1 nm.

·         Ukuran partikel zat terdispersi pada sistem koloid berkisar antara 1 nm sampai 100 nm.

·         Ukuran partikel suspensi lebih besar dari 100 nm.

·         Batu apung merupakan koloid jenis busa padat.

·         Kabut merupakan koloid jenis aerosol.

·         Konsep

·       Sistem Koloid : Campuran yang terdiri atas dua komponen, yakni fase pendispersi dan fase terdispersi dimana partikel-partikel berukuran koloid tersebar/terdispersi merata dalam medium pendispersi.

·       Sol : Sol merupkan suatu sistem koloid yang fase terdispersinya padat dan fase pendispersinya bukan gas.

·       Emulsi : Emulsi merupakan suatu sistem koloid yang fase terdipersinya cair dan fase pendispersinya bukan gas.

·       Busa : Busa merupakan suatu sistem koloid yang fase terdipersinya gas.

·       Aerosol : Aerosol merupakan suatu sistem koloid yang fase pendipersinya gas.

·         Prosedural

·         Langkah-langkah membedakan sifat larutan, koloid, dan suspensi.

 

Pertemuan 2 dan 3

·         Materi Prasyarat

·         Ciri-ciri koloid

·         Jenis-jenis koloid

·         Fakta

·         Partikel koloid tersebar merata dalam medium pendispersi.

·         Cahaya matahari dapat menembus kabut pada pagi hari.


 

 

·         Perebusan telur, pendinginan agar-agar, penggumpalan lateks karet, dan terbentuknya delta di muara sungai merupakan peristiwa penggumpalan partikel koloid.

·         Sabun dan detergen dapat memghilangkan kotoran pada pakaian.

·         Dialisator digunakan dalam proses cuci darah.

·         Konsep

·         Efek Tyndall merupakan gejala pemantulan dan penghamburan cahaya oleh partikel koloid.

·         Koagulasi merupakan peristiwa penggumpalan partikel koloid.

·         Sol liofil adalah sol yang fase terdispersinya mempunyai kemampuan menarik medium pendisfersinya.

Contoh: agar-agar

·         Sol liofob adalah sol yang fase terdispersinya tidak menarik medium pendispersi. Contoh: As2S3 dalam air, garam sulfida dalam air, dan belerang dalam air.

·         Dialisis merupakan proses pemisahan ion-ion pengganggu dari partikel koloid.

·         Prosedural

·         Proses pemurnian air

 

Pertemuan 4 dan 5

·         Materi Prasyarat

·         Partikel koloid

·         Sifat koloid

·         Fakta

·         Sol belerang

·         Sol emas

·         Sol Fe(OH)3

·         Agar-agar

·         Karet

·         Konsep

·         Pembuatan koloid dengan cara:

·         Kondensasi : Partikel larutan dibuat menjadi partikel koloid melalui cara-cara kimia.

-          Pembuatan koloid dengan reaksi redoks

Reaksi    pembentukan    partikel    koloid    melalui    mekanisme perubahan bilangan oksidasi.


 

 

Contoh: Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2.

H2S(g) + SO2(aq) → 2H2O(l) + 3S (koloid)

 

-                     Pembuatan koloid dengan reaksi hidrolisis

Reaksi pembentukan koloid dengan menggunakan pereaksi air. Contoh: Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan cara memanaskan larutan FeCl3

FeCl3 (aq) + 3H2O (l) → Fe(OH)3 (s) + 3HCl (aq)

 

 

-                     Pembuatan koloid dengan reaksi pertukaran ion

Reaksi pertukaran ion umumnya dilakukan untuk membuat koloid dari zat-zat sukar larut (endapan) yang dihasilkan pada reaksi kimia.

Contoh: Pembuatan sol As2S3 dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan As2O3.

3H2S (g) + As2O3 (aq) → As2S3 (s) + 3H2O (l)

 

·         Dispersi : Pembuatan koloid dengan cara mengubah partikel kasar menjadi partikel koloid.

-          Cara mekanik

Cara fisik mengubah partikel kasar menjadi partikel halus (penggerusan).

Contoh: Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.

 

-          Cara busur Bredig

Cara pembuatan koloid jenis sol logam.

Contoh: pembuatan sol-sol logam, sperti Ag, Au, dan Pt. Dalam cara ini, logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. Kemudian, kedua elektrode akan diberi loncatan listrik. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap, uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi, sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel koloid.


 

 

-          Cara peptisasi

Pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari satu endapan dengan bantuan zat pemeptisasi atau pemecah.

Contoh: Sol NiS dibuat dengan penambahan H2S ke dalam endapan NiS.

Sol AgCl dibuat dengan penambahan HCl ke dalam endapan AgCl.

Sol Al(OH)3 dibuat dengan penambahan AlCl3 ke dalam endapan Al(OH)3.

 

-          Cara homogenisasi

Partikel lemah dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium air dengan penambahan emulgator.

Contoh: Cara homogenisasi banyak digunakan untuk membuat koloid tipe emulsi, misalnya susu. Pada pembuatan susu, ukuran partikel lemak pada susu diperkecil hingga berukuran partikel koloid.

 

·         Prosedural

·         Langkah-langkah pembuatan koloid.

 

 

F.    Pendekatan/ Model/Metode Pembelajaran Pendekatan       : Saintifik

Model              : STEM-PjBL

Metode            : Diskusi dan Praktikum

 

 

G.    Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan pertama (2JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks model pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

·      Memberi salam

·      Mengajak siswa untuk berdo’a (religius)

·      Mengecek kehadiran siswa

·      Melakukan apersepsi terkait pengetahuan awal siswa tentang campuran dan larutan.

10 menit


 

 

 

 

 

 

·      Guru memberikan motivasi dengan menyampaikan bahwa pembelajaran hari ini sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Bahwa koloid adalah salah satu zat yang keberadaannya banyak di kehidupan nyata, seperti asap, batu apung, tinta, susu, dll., yang berguna bagi kita.

·      Menyampaikan              tujuan pembelajaran.

·      Mengarahkan                  siswa membentuk kelompok yang terdiri atas 3 - 4 orang.

·      Membagi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) (literasi).

 

Pertemuan pertama (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks model pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

Reflection

Mengajak peserta didik untuk mengamati gambar/video tiga buah zat yang terdiri atas larutan, koloid, dan suspensi (literasi).

Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan (literasi dan critical).

Pertanyaan yang diharapkan:

1)                Yang manakah larutan, koloid, dan suspensi?

2)                Bagaimanakah                 cara membedakan ketiga zat tersebut?

3)                Apakah itu koloid tersebut?

4)                Apa saja jenis-jenis koloid?

5)                Apa itu medium pendispersi dan terdispersi pada koloid?

10 menit

2

Inti

Research

·         Peserta didik diminta berdiskusi dan menentukan masalah terutama dikaitkan dengan konsep yang sedang dipelajari,                       yaitu membedakan larutan, koloid,

dan          suspensi,        serta

10 menit


 

 

 

 

 

 

mengetahui jenis-jenis koloid (gotong royong, critical dan collaboration).

·         Peserta didik mencari informasi                                   tentang membedakan larutan, koloid, dan suspensi (literasi dan communication).

 

Discovery

·         Bersama           kelompoknya peserta didik membuat rancangan penelitian untuk membedakan larutan, koloid, dan suspense (gotong royong,                 integritas, collaboration                   dan creativity).

·         Guru menekankan bahwa alat dan bahan yang digunakan sudah tersedia di

25 menit

Pertemuan pertama (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks model pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

·         laboratorium.

·         Peserta didik melakukan presentasi rancangan yang dibuat, dan alat bahan yang digunakan (literasi dan communication).

Guru mengajak peserta didik memperbaiki kekurangan yang ada (gotong royong, integritas, collaboration

dan creativity).

 

Application

·         Peserta didik bersama kelompoknya            menguji rancangan percobaan yang sudah dibuat (gotong royong,                 integritas, collaboration                   dan creativity).

·         Guru memonitor aktivitas yang penting dari peserta didik selama menyelesaikan

praktik menggunakan rubrik yang telah disiapkan.

15 menit


 

 

 

 

 

 

·         Peserta didik menguji coba sampai               mendapatkan prosedur yang tepat dan rangkaian alat yang efektif dan efisien serta hasil yang sesuai literatur tentang perbedaan larutan, koloid, dan suspensi (gotong royong,                 integritas, collaboration                   dan creativity).

·         Peserta didik mengerjakan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang sudah diberikan (literasi, gotong royong,                 integritas, collaboration dan critical).

 

Communication

·         Peserta                           didik

mempresentasikan tugas proyek dan menerima feedback dari teman dan guru (gotong                     royong, collaboration                   dan communication).

·         Guru menilai presentasi rancangan penelitian, dan LKPD yang sudah dibuat oleh peserta didik.

15 menit

3

Penutup

 

·         Peserta didik menyimpulkan bagaimana cara membedakan larutan, koloid, dan suspensi (integritas,              mandiri, critical,                             dan

communication).

·         Peserta didik juga menyimpulkan            konsep koloid, fase pendispersi dan terdispersi, serta jenis-jenis koloid beserta contohnya (integritas, mandiri, dan communication).

·         Pemberian                      tugas mempelajari sifat-sifat koloid untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

5 menit


 

 

Pertemuan kedua (2JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

·         Guru memberi salam dilanjutkan                  dengan menanyakan kabar siswa dan kesiapan belajar dan berdoa (religious).

·         Melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang sifat-sifat koloid yang sudah dipelajari peserta didik (integritas).

5 menit

Reflection

·         Guru membagikan LKPD untuk lebih memantapkan pengetahuan awal siswa tentang sifat-sifat koloid dan meminta siswa untuk mengisinya (literasi).

·         Peserta didik diminta

mengamati video air sungai yang keruh (literasi).

15 menit

Pertemuan kedua (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

·         Guru                    mengajukan pertanyaan:

-                     Apakah dampak negative kekeruhan air sungai?

-                     Bagaimana                cara menanggulangi dampak negatif tersebut?

-                     Apakah air sungai yang keruh bisa dijernihkan?

(literasi dan critical)

 

2

Inti

Research

·         Peserta didik diminta berdiskusi dan menentukan masalah terutama dikaitkan dengan konsep yang sedang dipelajari yaitu sifat-sifat koloid (koagulasi dan adsorpsi) (gotong royong, critical dan collaboration).

·         Peserta didik mempelajari proses koagulasi dengan

60


 

 

 

 

 

 

mengamati                      video pembentukan delta sungai (literasi dan integritas).

·         Peserta didik mempelajari proses adsorpsi dengan mengamati video percobaan penyerapan warna pada air berwarna (literasi dan integritas).

·        Peserta didik diharapkan menanya, contoh pertanyaan: “Mengapa bisa terjadi pembentukan delta pada muara sungai?”

“Mengapa warna air bisa menghilang?”

“Apakah proses tersebut bisa digunakan untuk menjernihkan air keruh?” (communication dan critical).

·         Peserta didik mencari informasi tentang peristiwa penjernihan air yang menggunakan prinsip

 

Pertemuan kedua (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

·         koagulasi dan adsorpsi (literasi, creativity, dan critical).

Misalnya:

a.                  Bahan-bahan apa yang bisa digunakan                  untuk

mengendapkan             dan menyerap kotoran/lumpur pada air keruh

b.                 Bagaimana                urutan penyusunan bahan-bahan tersebut?

c.                  Bagaimana set alat penjernihan air yang efektif dan efisien?

·         Presentasi hasil diskusi dan penyamaan persepsi tentang penjernihan air (literasi,

 


 

 

 

 

 

 

collaboration,                   dan

communication).

 

3

Penutup

 

·         Peserta didik menyimpulkan proses penjernihan air dilakukan, prinsip koagulasi dan adsorpsi diterapkan, dan rangkaian alat yang baik untuk melakukan penjernihan air (integritas, mandiri, critical,                              dan

communication).

·         Pemberian tugas mempelajari proses penjernihan air untuk merancang prosedur dan alat penejrnihan air untuk dibawa, dipresentasikan,               serta dipraktikkan pada pertemuan selanjutnya (mandiri dan integritas).

·         Prosedur dan alat rancangan boleh diujicoba di rumah, dan mencatat kendala untuk didiskusikan pada pertemuan selanjutnya           (integritas,

creativity,                    critical, colaboration                     dan communication).

10 menit

Pertemuan ketiga (2 JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

·         Guru memberi salam, berdoa, dan dilanjutkan dengan menanyakan kabar tugas merancang prosedur dan set alat penjernihan air (religius).

·         Melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang penjernihan air (critical dan mandiri).

·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

5 menit

2

Inti

Discovery

·         Peserta didik diminta berdiskusi           menentukan masalah yang berkaitan

30 menit


 

 

 

 

 

 

dengan bahan-bahan yang digunakan                     untuk menjernihkan air, misalnya: Bagaimana susunan bahan yang efektif dan efisien dalam proses penjernihan air?                              (creativity,

collaboration,                  dan

communication).

·         Peserta didik secara kelompok mendiskusikan rancangan                 prosedur percobaan penjernihan air secara efektif dan efisien dengan menerapkan variabel percobaan yang telah ditugaskan          sebelumnya (creativity, collaboration, dan communication).

·         Presentasi               rancangan

prosedur                (creativity, collaboration,                  dan communication).

·         Peserta didik secara kelompok memperbaiki prosedur dan set alat berdasarkan masukan yang ada (integritas, creativity, dan collaboration).

 

Pertemuan ketiga (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

Application

·         Peserta didik menguji rancangan              percobaan penjernihan air (creativity, collaboration,                  dan communication).

·         Guru memonitor aktivitas yang penting dari peserta didik selama menyelesaikan proyek menggunakan rubrik yang telah disiapkan.

·         Peserta didik menguji coba sampai               mendapatkan prosedur yang tepat dan rangkaian alat yang efektif

30 menit


 

 

 

 

 

 

dan efisien (creativity, collaboration, critical dan communication).

 

Communication

·         Peserta                           didik

mempresentasikan tugas proyek dan menerima feedback dari teman dan guru (literasi                            dan

communication).

·         Guru menilai presentasi laporan tugas proyek, laporan rancangan tugas proyek, laporan praktik sesuai rancangan dan produk penjernihan                        air

(communication              dan mandiri).

15 menit

3

Penutup

 

·         Peserta didik dan guru mereview hasil pembelajaran sifat-sifat koloid (koagulasi dan                          adsorpsi)

(communication              dan mandiri).

·         Refleksi terhadap hasil uji coba                       rancangan (communication              dan mandiri).

·         Pemberian tugas membuat laporan                   rancangan penjernihan air.

10 menit

Pertemuan keempat (2 JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

Guru :

Orientasi

              Melakukan             pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran (religius).

              Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin (integritas).

10 menit


 

 

 

 

 

 

       Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Aperpepsi

       Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran         yang         akan dilakukan    dengan    pengalaman peserta            didik           dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya (literasi dan integritas).

       Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.

       Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan (integritas, mandiri, dan critical).

Motivasi

     Memberikan gambaran tentang manfaat   mempelajari    pelajaran yang     akan     dipelajari     dalam kehidupan sehari-hari. Pemberian Acuan

           Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.

               Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung.

     Menyampaikan                tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung.

     Mengajukan pertanyaan

 

Pertemuan keempat (Lanjutan)

 

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

(integritas,        mandiri,        dan

critical).

       Pembagian kelompok belajar (communication                     dan collaboration)

               Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar

 


 

 

 

 

 

 

sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

 

Reflection

Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi pembuatan koloid dengan cara sebagai berikut.

·     Mengamati (tanpa atau dengan alat)                             tayangan

gambar/foto/video             yang relevan (literasi dan critical)

·     Membaca Lembar Kerja Peserta Didik materi pembuatan koloid (literasi).

·     Pemberian contoh-contoh materi pembuatan koloid untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif (literasi dan critical).

10 menit

2

Inti

Research

·     Peserta didik diminta berdiskusi dan menentukan masalah terutama dikaitkan dengan konsep yang sedang dipelajari yaitu pembuatan koloid.

·     Peserta didik diharapkan menanya, contoh pertanyaan: “Bagaimana cara pembuatan koloid?”

·     Peserta didik mencari informasi tentang cara-cara pembuatan koloid, misalnya:

a.        Proses pembuatan koloid.

b.        Bahan-bahan                bisa digunakan                  untuk pembuatan koloid.

30 menit

Pertemuan keempat (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

c. Jenis koloid yang dihasilkan.

·     Peserta didik diharapkan membuat                  rancangan pembuatan koloid berdasarkan alat dan bahn yang diperoleh

 


 

 

 

 

 

 

dari studi literatur (creativity, collaboration,                     dan communication).

 

 

 

Discovery

·     Peserta didik diminta berdiskusi              menentukan masalah yang berkaitan dengan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan koloid tersebut (creativity, collaboration,                     dan communication).

·     Peserta didik secara kelompok mendiskusikan rancangan prosedur                   percobaan pembuatan koloid secara efektif dan efisien dengan menerapkan                 variabel percobaan yang digunakan (creativity, collaboration, critical dan communication).

·     Presentasi rancangan prosedur dan feedback (creativity, collaboration, critical dan communication).

·     Peserta didik secara kelompok memperbaiki               prosedur berdasarkan masukan yang ada (creativity, collaboration, critical dan communication).

30 menit

3

Penutup

 

·     Peserta didik menyimpulkan bagaimana cara pembuatan koloid (communication dan mandiri).

·     Pemberian tugas merancang prosedur dan alat pembuatan koloid.

·     Prosedur dan alat rancangan boleh diujicoba di rumah.

10 menit

Pertemuan kelima (2 JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

·         Guru memberi salam, berdoa, dan dilanjutkan dengan menanyakan kabar tugas merancang prosedur dan set

5 menit


 

 

 

 

 

 

alat pembuatan koloid (religius).

·         Menyampaikan             tujuan pembelajaran.

·         Melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang cara-cara pembuatan koloid (literasi dan

integritas).

 

2

Inti

Application

·         Peserta didik menguji rancangan               percobaan pembuatan koloid dengan alat dan bahan-bahan tertentu yang sudah disiapkan dari rumah mereka sendiri (creativity, collaboration, dan communication).

·         Guru memonitor aktivitas yang penting dari peserta didik selama menyelesaikan proyek menggunakan rubrik yang telah disiapkan.

·         Peserta didik menguji coba sampai                mendapatkan prosedur yang tepat dan koloid yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan (creativity, collaboration, dan communication).

45 menit

 

 

Communication

·         Peserta                            didik

mempresentasikan           hasil praktik dan pengisian LKPD dan menerima feedback dari teman             dan            guru (collaboration, critical dan communication).

·         Guru menilai presentasi laporan praktik, laporan rancangan proyek pembuatan koloid, dan produknya.

30 menit

Pertemuan kelima (2 JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

3

Penutup

 

·         Peserta     didik     dan     guru

mereview  hasil pembelajaran

10 menit


 

 

 

 

 

 

cara-cara pembuatan koloid dan jenis koloid yang dihasilkan (mandiri, critical dan communication).

·         Refleksi terhadap hasil uji coba rancangan (mandiri, critical dan communication).

·         Pemberian tugas membuat laporan rancangan pembuatan

koloid dan laporan hasil praktikum.

 

 

H.    Media/Alat dan Bahan Pembelajaran

1.        Media                        : LKPD (Lampiran 4)

2.         Alat dan Bahan         : Alat

-         Botol air mineral

-         pasir

-         Kerikil

Bahan

-         Aquadest                           - Serabut kelapa/ijuk

-         Garam                               - Susu bubuk

 

 


I.   Sumber Belajar


: - Bahan Ajar (Lampiran)

-         Effendy. 2008. A-Level Chemistry for Senior High School Students Volume 2B. Malang: Bayumedia.

-         Sudarmo, Unggul. 2014. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 yang Disempurnakan. Surakarta: Erlangga.


 

J. Penilaian

1.    Teknik Penilaian:

a.    Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal


 

 

b.    Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan

c.    Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek*)

*) coret yang tidak perlu

 

 

2.    Bentuk Penilaian:

a.    Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik

b.    Tes tertulis : uraian dan lembar kerja

c.    Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi

d.    Portofolio : penilaian laporan

3.    Instrumen Penilaian (terlampir)

 

 

 

 

Mengetahui :

Kepala Sekolah,

 

 

 

Drs. I Made Kupasada, M.Pd. NIP . 19661007 199003 1 010

,............................................. 2019

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

Komang Wisya Suwadarma, S.Pd. NIP. 19840104 200902 1 005

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penilaian yang dilakukan kepada peserta didik

a.        Pertemuan Pertama:


 

 

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi sikap pada saat diskusi.

Ø  Penilaian Pengetahuan      : Soal pilihan ganda, uraian dan tugas materi.

Ø  Penilaian Keterampilan     : Lembar pengamatan keterampilan pada saat praktik.

b.        Pertemuan Kedua:

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi sikap pada saat diskusi.

Ø  Penilaian Pengetahuan      : Soal pilihan ganda, uraian dan tugas materi.

Ø  Penilaian Keterampilan     : Lembar pengamatan keterampilan pada saat merancang penjernihan air.

c.        Pertemuan Ketiga:

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi sikap pada saat diskusi kelompok, lembar observasi menguji coba tugas proyek praktik penjernihan air (feedback langsung)

Ø  Penilaian Pengetahuan : Soal pilihan ganda dan uraian.

Ø  Penilaian Keterampilan     : Lembar pengamatan keterampilan pada saat merancang dan praktik penjernihan air, rubrik penilaian tugas proyek dan penilaian portofolio laporan proyek.

d.        Pertemuan Keempat:

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi sikap pada saat diskusi kelompok.

Ø  Penilaian Pengetahuan      : Soal pilihan ganda dan uraian.

Ø  Penilaian Keterampilan     : Lembar pengamatan keterampilan pada saat merancang pembuatan koloid.

e.        Pertemuan Kelima:

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi menguji coba tugas proyek praktik pembuatan koloid (feedback langsung).

Ø  Penilaian Pengetahuan      : Soal pilihan ganda dan uraian.

Ø  Penilaian Ketrampilan       : Rubrik penilaian tugas proyek dan penilaian portofolio laporan proyek.

 

Instrumen Penilaian


 

 

1.    Penilaian Sikap a. Lembar Penilaian Diri

Penilaian diri setelah peserta didik belajar sifat-sifat Koloid

 

 

Topik         : ......................

Nama         : ................

Kelas         : ...................

 

 

Setelah mempelajari materi penjernihan air, Anda dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan tanda centang (Ö) pada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.

No

Pernyataan

Sudah Memahami

Belum Memahami

1.

Memahami konsep penjernihan air.

 

 

2.

Memahami penerapan konsep koagulasi

dan adsorpsi pada rancangan alat penjernihan air.

 

 

3.

Memahami set alat penjernihan air.

 

 

4.

Memahami cara merangkai alat penjernihan air.

 

 

5.

Dapat melakukan penjernihan air dengan menggunakan alat dan langkah kerja hasil rancangan.

 

 

6.

Memahami Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 ) serta kalkulasi produksi alat

penjernihan air.

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No

Pernyataan

Ya

Tidak

1.

Setelah melakukan tugas kelompok, saya

bekerjasama dengan teman satu kelompok.

 

 

2.

Saya melakukan tugas sesuai jadwal.

 

 

3.

Saya mencatat data dengan teliti dan sesuai

dengan fakta.

 

 

4.

Saya melakukan tugas sesuai dengan jadwal yang

telah dirancang.

 

 

5.

Sebelum melakukan tugas terlebih dahulu saya

membaca literature yang mendukung tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian

Nilai

Jika menjawab Ya, skor = 2

Nilai = (Jumlah Skor x 4) / (2 x Jumlah pertanyaan)

Jika menjawab Tidak, skor = 1


 

 

 

 


b.    Penilaian Antar Teman

 

 

Format Penilaian Antar Peserta Didik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No

Perilaku

Dilakukan/muncul

Ya

Tidak

1.

Mau menerima pendapat teman

 

 

2.

Memaksa teman untuk menerima pendapatnya

 

 

3.

Memberi solusi terhadap pendapat yang

bertentangan

 

 

4.

Mau bekerjasama dengan semua teman

 

 

5.

Disiplin pada saat belajar

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

c.      Jurnal

 

 



 


 

LEMBAR OBSERVASI SIKAP SISWA DILENGKAPI DENGAN RUBRIK PENILAIAN PEMBELAJARAN

 

 

No

 

Skor

 

Indikator dan Gradasi Indikator Sikap yang Teramati

Skor Sikap Siswa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Rasa ingin tahu/antusiasme dan disiplin siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

5

Siswa menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme dan sikap disiplin yang tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme yang tinggi dan menunjukkan sikap disiplin yang tergolong cukup atau sebaliknya yakni siswa menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme yang tergolong cukup

dan menunjukkan sikap disiplin yang tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme dan sikap disiplin yang tergolong cukup.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswa kurang menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme atau kurang menunjukkan sikap disiplin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa kurang menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme dan kurang menunjukkan sikap disiplin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Sikap objektif (jujur dan terbuka) siswa dalam menyajikan data hasil percobaan.

5

Siswa sangat objektif dalam menyajikan data hasil percobaan dan datanya tepat/benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa sangat objektif dalam menyajikan data hasil percobaan, tetapi datanya kurang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa cukup objektif dalam menyajikan data hasil percobaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswa kurang objektif dalam menyajikan data hasil percobaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa kurang objektif dalam menyajikan data hasil percobaan, serta datanya salah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Keuletan dan ketelitian siswa dalam menganalisis data untuk memecahkan masalah.

5

Siswa menunjukkan keuletan dan ketelitian yang tinggi dalam menganalisis data hasil percobaan untuk memecahkan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa menunjukkan keuletan yang tinggi dan menunjukkan ketelitian yang tergolong cukup dalam menganalisis data hasil percobaan untuk

memecahkan masalah atau sebaliknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa menunjukkan keuletan dan ketelitian yang tergolong cukup dalam menganalisis data hasil percobaan untuk memecahkan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

2

Siswa kurang menunjukkan keuletan atau kurang menunjukkan ketelitian dalam menganalisis data hasil percobaan untuk memecahkan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa kurang menunjukkan keuletan dan kurang menunjukkan ketelitian dalam menganalisis data hasil percobaan untuk memecahkan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Sikap kritis siswa dalam mengkaji permasalahan selama proses pembelajaran.

5

Siswa     mampu    mengkritisi     permasalahan               dengan     memberikan penjelasan/jawaban yang jelas dan tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa     mampu    mengkritisi     permasalahan               dengan     memberikan penjelasan/jawaban yang jelas, namun kurang tepat atau sebaliknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa cukup mengkritisi permasalahan, namun penjelasan/jawaban yang diberikan kurang jelas dan kurang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswa     kurang     mengkritisi      permasalahan                dengan    memberikan

penjelasan/jawaban yang salah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa tidak mengkritisi permasalahan (diam).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Tanggung jawab siswa dalam melaksanakan kegiatan yang ditugaskan oleh guru selama pembelajaran.

 

5

Siswa melaksanakan semua tugas yang diberikan oleh guru meliputi: merumuskan masalah dan hipotesis, merancang dan melakukan percobaan, menganalis data, menarik simpulan dan melaporkan hasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Hanya empat dari lima tugas yang diberikan telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Hanya tiga dari lima tugas yang diberikan telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Hanya dua dari lima tugas yang diberikan telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Hanya satu dari lima tugas yang diberikan telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Kesadaran siswa terhadap sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda sebagai wujud kebesaran Tuhan.

5

Siswa sangat menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa cukup menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswa kurang menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa tidak menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 


2.   PENILAIAN KINERJA

a. Laporan Kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek

Laporan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dapat berupa laporan kegiatan merancang, menguji alat dan laporan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan model rancangan yang dibuat.

Topik: Penjernihan air

 

3.14 Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan

berdasarkan sifat-sifatnya

4.14 Membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid

 

Indikator :

1.    Merancang prosedur penejrnihan air

2.    Merangkai alat sesuai rancangan (produk rancangan)

 

 

Contoh laporan merancangalat 1) Merancang perangkat alat penjernihan air

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS

LAPORAN KEGIATAN

Mempelajari konsep sifat-sifat koloid

dan perangkat alat untuk menjernihkan air

Tanggal : Laporan

Membuat rancangan percobaan penjernihan air dengan cara sebagai

berikut:

Tujuan Percobaan:



2.    Laporan Uji Coba Rancangan Praktik Penjernihan Air

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahap Kegiatan

Laporan Hasil Pengamatan

1. Melakukan percobaan penjernihan air ke-1

 

2. Melakukan percobaan penjernihan air ke-2

 

3. Melakukan percobaan penjernihan air ke-3

 


3.    Laporan Penelitian

 

Text Box: LAPORAN PENELITIAN


PETUNJUK KHUSUS
Berdasarkan hasil kegiatanmu ini, tulislah sebuah laporan penelitian sederhana tentang penyepuhan. Buat judul yang menarik, tulis laporan secara sistematis.

JUDUL
A.	Identitas Peserta Didik
B.	Dasar teori
C.	Tujuan percobaan
D.	Alat dan Bahan
E.	Prosedur Kerja
F.	Tabel Pengamatan
G.	Hasil dan Pembahasan
H.	Kesimpulan Daftar Pustaka



4.       

No.

Nama Siswa

Sistematika

Presentasi

Penggunaan

bahasa

Kejelasan

menyampaikan

Komunikatif

Kebenaran

konsep

1.

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

…..

 

 

 

 

 

 

 

 

Presentasi  Penilaian Presentasi

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian Presentasi

 

No

Indikator Penilaian

Kriteria Penilaian

Kurang

Cukup

Baik

Sangat Baik

1.

Sistematik a Presentasi

Materi presentasi diajukan secara tidak runtut dan tidak

sistematis

Materi presentasi diajukan secara kurang runtut dan tidak

sistematis

Materi presentasi diajukan secara runtut dan kurang sistematis

Materi presentasi diajukan secara runtut dan sistematis

2.

Penggunaa n bahasa

Menggunaka n bahasa yang baik, kurang baku, dan tidak terstruktur

Menggunakan bahasa yang baik, kurang baku, dan terstruktur

Menggunakan bahasa yang baik, baku, dan kurang terstruktur

Menggunakan bahasa yang baik, baku, dan terstruktur

3.

Kejelasan menyampa ikan

Artikulasi kurang, suara tidak terdengar,

bertele-tele

Artikulasi jelas, suara tidak terdengar,

bertele-tele

Artikulasi jelas, suara terdengar, bertele-tele

Artikulasi jelas, suara terdengar, tidak bertele-

tele

4.

Komunika tif

Membaca catatan sepanjang menjelaskan

Pandangan lebih banyak memandang catatan sepanjang menjelaskan

Pandangan lebih banyak memandang audiens sepanjang menjelaskan, tanpa gesture tubuh

Pandangan lebih banyak memandang audiens sepanjang menjelaskan, dengan gesture tubuh yang baik

5.

Kebenaran Konsep

Menjelaskan 1 dari 4 konsep

esensial dengan benar

Menjelaskan 2

dari 4 konsep esensial dengan benar

Menjelaskan 3

dari 4 konsep esensial dengan benar

Menjelaskan 4

dari 4 konsep esensial dengan benar


5.       Kinerja Praktikum Nama Siswa                             : Kelas         :

 

 

No.

Aspek/ Kinerja yang diharapkan

Penilaian

Keterangan

4

3

2

1

 

 

A. Persiapan Praktikum

 

 

 

 

 

1.

Membawa perlengkapan praktikum

(alat/bahan yang ditugaskan)

 

 

 

 

 

2.

Memakai jas lab dan berpenampilan

rapi

 

 

 

 

 

 

B. Selama Kegiatan Praktikum

 

 

 

 

 

3.

Mengambil bahan dengan rapi dan

tidak berceceran

 

 

 

 

 

4.

Mengambil bahan praktikum sesuai

kebutuhan

 

 

 

 

 

5.

Mengoperasikan alat dengan benar

 

 

 

 

 

6.

Menggunakan alat dan bahan sesuai

prosedur praktikum

 

 

 

 

 

7.

Memfokuskan    diri    pada    kegiatan

praktikum

 

 

 

 

 

8.

Memiliki minat terhadap aktivitas

praktikum

 

 

 

 

 

9.

Terlibat secara aktif dalam kegiatan

praktikum

 

 

 

 

 

10.

Mengamati hasil praktikum dengan

cermat

 

 

 

 

 

11.

Menafsirkan hasil pengamatan dengan

benar

 

 

 

 

 

12.

Menyajikan data secara sistematis dan

komunikatif

 

 

 

 

 

13.

Menganalisis data secara induktif

 

 

 

 

 

14.

Membuat kesimpulan yang sesuai

dengan hasil praktikum

 

 

 

 

 

 

C. Kegiatan Akhir Praktikum

 

 

 

 

 

15.

Membersihkan alat yang telah dikapai

 

 

 

 

 

16.

Membersihkan  meja  praktikum  dari

sampah dan bahan yang sudah dipakai

 

 

 

 

 

17.

Mengembalikan alat ke tempatnya

semula dalam keadaan kering

 

 

 

 

 


3. PENILAIAN PENGETAHUAN Kartu Soal Pilihan Berganda (PG)

 

 

 

KARTU SOAL

Jenjang Sekolah          : SMA

Mata Pelajaran            : KIMIA

Kelas                           : XI IPA

Kompetensi Dasar       : Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan

menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya

Topik                           : Koloid

Indikator Soal             : Siswa dapat menganalisis sifat-sifat koloid.

Level Kognitif               3

 

Perhatikan ke-3 gambar gelas berikut !

i                                            ii                                   iii

 

 

 

?             ?sabun

 

Jika isi gelas (i) dicampur dengan isi gelas (ii), keduanya tidak dapat bercampur sempurna.

Tetapi, jika ke dalam campuran tadi ditambahkan dengan isi gelas ke (iii) berupa air sabun ternyata dapat membentuk koloid. Isi gelas ke (i) dan ke (ii) adalah ....

a.       air dan garam

b.      garam dan minyak

c.       air dan minyak

d.      garam dan air jeruk

e.       larutan gula dan larutan garam

BAGIAN SOAL DISINI

Kunci Jawaban/Pembahasan :     c

Pembahasan : sabun mempunyai bagian kepala yang polar dan bersifat hidrofil, sedangkan bagian ekor (hidrokalor) yang nonpolar danbersifat hidrofob. Minyak akan terikat oleh bagian ekor yang bersifat hidrofob, sedangkanbagian kepala (hidrofil) menghadap bagian air sehingga terbentuk

emulsi.

 

 

Kartu Soal Bentuk Uraian


 

 

KARTU SOAL

Jenjang Sekolah          : SMA

Mata Pelajaran            : KIMIA

Kelas                           : XI IPA

Kompetensi Dasar : Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya

Topik                           : Koloid

Indikator Soal              : Siswa dapat menganalisis sifat-sifat koloid.

Level Kognitif              3

 

Mengapa air keruh dapat dijernihkan dengan menambahkan tawas atau kapur?

 

 

BAGIAN SOAL DISINI

 

RENCANA PERANGKAT PEMBELAJARAN (RPP)

A.    Identitas

1.    Sekolah                 : SMA/MA......

2.    Mata Pelajaran      : KIMIA

3.    Kelas/Semester     : XI/2

4.    Materi Pokok        : KOLOID

5.    Alokasi Waktu      : 10 JP (5 kali pertemuan)

 

 

B.    Kompetensi Inti (KI)

KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

 

C.    Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 

KD 3

KD 4

3.14 Mengelompokkan berbagai

4.14      Membuat makanan atau


 

 

 

tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya

produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid

Indikator

Indikator

3.14.1         Menjelaskan perbedaan larutan, koloid dan suspensi.

3.14.2         Mengidentifikasi jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi.

3.14.3         Menjelaskan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, elektroforesis, adsorpsi, koagulasi, dialisis).

3.14.4         Menjelaskan perbedaan koloid liofil dan liofob.

3.14.5         Menganalisis peranan koloid dalam kehidupan sehari-hari.

3.14.6         Menjelaskan cara pembuatan koloid dengan cara dispersi

dan kondensasi.

4.14.1         Merancang percobaan membedakan larutan, koloid, dan suspensi

4.14.2         Merancang prosedur penjernihan air dengan konsep koagulasi dan adsorpsi

4.14.3         Melakukan percobaan membuat berbagai jenis koloid.

4.14.4         Mengajukan gagasan mengenai modifikasi pembuatan koloid.

 

D.    Tujuan Pembelajaran

1.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu membedakan larutan, koloid, dan suspensi dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

2.        Melalui pengamatan video, studi literasi, dan proses diskusi peserta didik mampu menjelaskan fase pendispersi dan terdispersi dari koloid, serta jenis-jenis koloid dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

3.        Melalui pengamatan video, studi literasi, dan proses diskusi peserta didik mampu mengidentifikasi masalah dalam kehidupan terkait dengan kondisi air sungai yang semakin keruh dan kotor dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

4.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi dan perancangan alat peserta didik mampu menerapkan konsep koagulasi dan adsorpsi pada rancangan penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.


 

 

5.        Melalui pengamatan video, studi literasi, dan proses diskusi peserta didik mampu merancang prosedur penjernihan air dengan konsep koagulasi dan adsorpsi dengam memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

6.        Melalui pengamatan video, studi literasi, dan proses diskusi peserta didik mampu merangkai alat sesuai rancangan (produk rancangan) dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

7.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, dan perancangan alat peserta didik mampu menguji coba rancangan penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

8.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu menyempurnakan rancangan berdasarkan uji coba dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

9.        Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu menganalisis data hasil uji coba penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

10.     Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu menyimpulkan proses penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

11.     Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, perancangan alat, dan eksperimen peserta didik mampu mengkalkulasi biaya penjernihan air sungai dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

12.     Melalui pengamatan video, studi literasi, proses diskusi, dan eksperimen peserta didik mampu menjelaskan dampak lingkungan akibat air sungai yang kotor dan pemecahan masalahnya dengan memperoleh nilai minimal sesuai KKM.

E.    Materi Pembelajaran

Pertemuan 1

·         Materi Prasyarat

·         Campuran : Materi yang mengandung dua zat atau lebih dimana sifat kimia dari masing-masing zat tidak berubah dan dapat dipisahkan secara fisika.


 

 

·         Larutan : Campuran homogen dua zat atau lebih, masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik serta diameter zat terdispersinya lebih kecil dari 1nm.

·         Fakta

·         Ukuran partikel zat terlarut pada larutan kurang dari 1 nm.

·         Ukuran partikel zat terdispersi pada sistem koloid berkisar antara 1 nm sampai 100 nm.

·         Ukuran partikel suspensi lebih besar dari 100 nm.

·         Batu apung merupakan koloid jenis busa padat.

·         Kabut merupakan koloid jenis aerosol.

·         Konsep

·       Sistem Koloid : Campuran yang terdiri atas dua komponen, yakni fase pendispersi dan fase terdispersi dimana partikel-partikel berukuran koloid tersebar/terdispersi merata dalam medium pendispersi.

·       Sol : Sol merupkan suatu sistem koloid yang fase terdispersinya padat dan fase pendispersinya bukan gas.

·       Emulsi : Emulsi merupakan suatu sistem koloid yang fase terdipersinya cair dan fase pendispersinya bukan gas.

·       Busa : Busa merupakan suatu sistem koloid yang fase terdipersinya gas.

·       Aerosol : Aerosol merupakan suatu sistem koloid yang fase pendipersinya gas.

·         Prosedural

·         Langkah-langkah membedakan sifat larutan, koloid, dan suspensi.

 

Pertemuan 2 dan 3

·         Materi Prasyarat

·         Ciri-ciri koloid

·         Jenis-jenis koloid

·         Fakta

·         Partikel koloid tersebar merata dalam medium pendispersi.

·         Cahaya matahari dapat menembus kabut pada pagi hari.


 

 

·         Perebusan telur, pendinginan agar-agar, penggumpalan lateks karet, dan terbentuknya delta di muara sungai merupakan peristiwa penggumpalan partikel koloid.

·         Sabun dan detergen dapat memghilangkan kotoran pada pakaian.

·         Dialisator digunakan dalam proses cuci darah.

·         Konsep

·         Efek Tyndall merupakan gejala pemantulan dan penghamburan cahaya oleh partikel koloid.

·         Koagulasi merupakan peristiwa penggumpalan partikel koloid.

·         Sol liofil adalah sol yang fase terdispersinya mempunyai kemampuan menarik medium pendisfersinya.

Contoh: agar-agar

·         Sol liofob adalah sol yang fase terdispersinya tidak menarik medium pendispersi. Contoh: As2S3 dalam air, garam sulfida dalam air, dan belerang dalam air.

·         Dialisis merupakan proses pemisahan ion-ion pengganggu dari partikel koloid.

·         Prosedural

·         Proses pemurnian air

 

Pertemuan 4 dan 5

·         Materi Prasyarat

·         Partikel koloid

·         Sifat koloid

·         Fakta

·         Sol belerang

·         Sol emas

·         Sol Fe(OH)3

·         Agar-agar

·         Karet

·         Konsep

·         Pembuatan koloid dengan cara:

·         Kondensasi : Partikel larutan dibuat menjadi partikel koloid melalui cara-cara kimia.

-          Pembuatan koloid dengan reaksi redoks

Reaksi    pembentukan    partikel    koloid    melalui    mekanisme perubahan bilangan oksidasi.


 

 

Contoh: Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2.

H2S(g) + SO2(aq) → 2H2O(l) + 3S (koloid)

 

-                     Pembuatan koloid dengan reaksi hidrolisis

Reaksi pembentukan koloid dengan menggunakan pereaksi air. Contoh: Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan cara memanaskan larutan FeCl3

FeCl3 (aq) + 3H2O (l) → Fe(OH)3 (s) + 3HCl (aq)

 

 

-                     Pembuatan koloid dengan reaksi pertukaran ion

Reaksi pertukaran ion umumnya dilakukan untuk membuat koloid dari zat-zat sukar larut (endapan) yang dihasilkan pada reaksi kimia.

Contoh: Pembuatan sol As2S3 dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan As2O3.

3H2S (g) + As2O3 (aq) → As2S3 (s) + 3H2O (l)

 

·         Dispersi : Pembuatan koloid dengan cara mengubah partikel kasar menjadi partikel koloid.

-          Cara mekanik

Cara fisik mengubah partikel kasar menjadi partikel halus (penggerusan).

Contoh: Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.

 

-          Cara busur Bredig

Cara pembuatan koloid jenis sol logam.

Contoh: pembuatan sol-sol logam, sperti Ag, Au, dan Pt. Dalam cara ini, logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan. Kemudian, kedua elektrode akan diberi loncatan listrik. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap, uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi, sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel koloid.


 

 

-          Cara peptisasi

Pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari satu endapan dengan bantuan zat pemeptisasi atau pemecah.

Contoh: Sol NiS dibuat dengan penambahan H2S ke dalam endapan NiS.

Sol AgCl dibuat dengan penambahan HCl ke dalam endapan AgCl.

Sol Al(OH)3 dibuat dengan penambahan AlCl3 ke dalam endapan Al(OH)3.

 

-          Cara homogenisasi

Partikel lemah dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium air dengan penambahan emulgator.

Contoh: Cara homogenisasi banyak digunakan untuk membuat koloid tipe emulsi, misalnya susu. Pada pembuatan susu, ukuran partikel lemak pada susu diperkecil hingga berukuran partikel koloid.

 

·         Prosedural

·         Langkah-langkah pembuatan koloid.

 

 

F.    Pendekatan/ Model/Metode Pembelajaran Pendekatan       : Saintifik

Model              : STEM-PjBL

Metode            : Diskusi dan Praktikum

 

 

G.    Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan pertama (2JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks model pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

·      Memberi salam

·      Mengajak siswa untuk berdo’a (religius)

·      Mengecek kehadiran siswa

·      Melakukan apersepsi terkait pengetahuan awal siswa tentang campuran dan larutan.

10 menit


 

 

 

 

 

 

·      Guru memberikan motivasi dengan menyampaikan bahwa pembelajaran hari ini sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Bahwa koloid adalah salah satu zat yang keberadaannya banyak di kehidupan nyata, seperti asap, batu apung, tinta, susu, dll., yang berguna bagi kita.

·      Menyampaikan              tujuan pembelajaran.

·      Mengarahkan                  siswa membentuk kelompok yang terdiri atas 3 - 4 orang.

·      Membagi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) (literasi).

 

Pertemuan pertama (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks model pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

Reflection

Mengajak peserta didik untuk mengamati gambar/video tiga buah zat yang terdiri atas larutan, koloid, dan suspensi (literasi).

Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan (literasi dan critical).

Pertanyaan yang diharapkan:

1)                Yang manakah larutan, koloid, dan suspensi?

2)                Bagaimanakah                 cara membedakan ketiga zat tersebut?

3)                Apakah itu koloid tersebut?

4)                Apa saja jenis-jenis koloid?

5)                Apa itu medium pendispersi dan terdispersi pada koloid?

10 menit

2

Inti

Research

·         Peserta didik diminta berdiskusi dan menentukan masalah terutama dikaitkan dengan konsep yang sedang dipelajari,                       yaitu membedakan larutan, koloid,

dan          suspensi,        serta

10 menit


 

 

 

 

 

 

mengetahui jenis-jenis koloid (gotong royong, critical dan collaboration).

·         Peserta didik mencari informasi                                   tentang membedakan larutan, koloid, dan suspensi (literasi dan communication).

 

Discovery

·         Bersama           kelompoknya peserta didik membuat rancangan penelitian untuk membedakan larutan, koloid, dan suspense (gotong royong,                 integritas, collaboration                   dan creativity).

·         Guru menekankan bahwa alat dan bahan yang digunakan sudah tersedia di

25 menit

Pertemuan pertama (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks model pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

·         laboratorium.

·         Peserta didik melakukan presentasi rancangan yang dibuat, dan alat bahan yang digunakan (literasi dan communication).

Guru mengajak peserta didik memperbaiki kekurangan yang ada (gotong royong, integritas, collaboration

dan creativity).

 

Application

·         Peserta didik bersama kelompoknya            menguji rancangan percobaan yang sudah dibuat (gotong royong,                 integritas, collaboration                   dan creativity).

·         Guru memonitor aktivitas yang penting dari peserta didik selama menyelesaikan

praktik menggunakan rubrik yang telah disiapkan.

15 menit


 

 

 

 

 

 

·         Peserta didik menguji coba sampai               mendapatkan prosedur yang tepat dan rangkaian alat yang efektif dan efisien serta hasil yang sesuai literatur tentang perbedaan larutan, koloid, dan suspensi (gotong royong,                 integritas, collaboration                   dan creativity).

·         Peserta didik mengerjakan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang sudah diberikan (literasi, gotong royong,                 integritas, collaboration dan critical).

 

Communication

·         Peserta                           didik

mempresentasikan tugas proyek dan menerima feedback dari teman dan guru (gotong                     royong, collaboration                   dan communication).

·         Guru menilai presentasi rancangan penelitian, dan LKPD yang sudah dibuat oleh peserta didik.

15 menit

3

Penutup

 

·         Peserta didik menyimpulkan bagaimana cara membedakan larutan, koloid, dan suspensi (integritas,              mandiri, critical,                             dan

communication).

·         Peserta didik juga menyimpulkan            konsep koloid, fase pendispersi dan terdispersi, serta jenis-jenis koloid beserta contohnya (integritas, mandiri, dan communication).

·         Pemberian                      tugas mempelajari sifat-sifat koloid untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

5 menit


 

 

Pertemuan kedua (2JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

·         Guru memberi salam dilanjutkan                  dengan menanyakan kabar siswa dan kesiapan belajar dan berdoa (religious).

·         Melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang sifat-sifat koloid yang sudah dipelajari peserta didik (integritas).

5 menit

Reflection

·         Guru membagikan LKPD untuk lebih memantapkan pengetahuan awal siswa tentang sifat-sifat koloid dan meminta siswa untuk mengisinya (literasi).

·         Peserta didik diminta

mengamati video air sungai yang keruh (literasi).

15 menit

Pertemuan kedua (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

·         Guru                    mengajukan pertanyaan:

-                     Apakah dampak negative kekeruhan air sungai?

-                     Bagaimana                cara menanggulangi dampak negatif tersebut?

-                     Apakah air sungai yang keruh bisa dijernihkan?

(literasi dan critical)

 

2

Inti

Research

·         Peserta didik diminta berdiskusi dan menentukan masalah terutama dikaitkan dengan konsep yang sedang dipelajari yaitu sifat-sifat koloid (koagulasi dan adsorpsi) (gotong royong, critical dan collaboration).

·         Peserta didik mempelajari proses koagulasi dengan

60


 

 

 

 

 

 

mengamati                      video pembentukan delta sungai (literasi dan integritas).

·         Peserta didik mempelajari proses adsorpsi dengan mengamati video percobaan penyerapan warna pada air berwarna (literasi dan integritas).

·        Peserta didik diharapkan menanya, contoh pertanyaan: “Mengapa bisa terjadi pembentukan delta pada muara sungai?”

“Mengapa warna air bisa menghilang?”

“Apakah proses tersebut bisa digunakan untuk menjernihkan air keruh?” (communication dan critical).

·         Peserta didik mencari informasi tentang peristiwa penjernihan air yang menggunakan prinsip

 

Pertemuan kedua (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

·         koagulasi dan adsorpsi (literasi, creativity, dan critical).

Misalnya:

a.                  Bahan-bahan apa yang bisa digunakan                  untuk

mengendapkan             dan menyerap kotoran/lumpur pada air keruh

b.                 Bagaimana                urutan penyusunan bahan-bahan tersebut?

c.                  Bagaimana set alat penjernihan air yang efektif dan efisien?

·         Presentasi hasil diskusi dan penyamaan persepsi tentang penjernihan air (literasi,

 


 

 

 

 

 

 

collaboration,                   dan

communication).

 

3

Penutup

 

·         Peserta didik menyimpulkan proses penjernihan air dilakukan, prinsip koagulasi dan adsorpsi diterapkan, dan rangkaian alat yang baik untuk melakukan penjernihan air (integritas, mandiri, critical,                              dan

communication).

·         Pemberian tugas mempelajari proses penjernihan air untuk merancang prosedur dan alat penejrnihan air untuk dibawa, dipresentasikan,               serta dipraktikkan pada pertemuan selanjutnya (mandiri dan integritas).

·         Prosedur dan alat rancangan boleh diujicoba di rumah, dan mencatat kendala untuk didiskusikan pada pertemuan selanjutnya           (integritas,

creativity,                    critical, colaboration                     dan communication).

10 menit

Pertemuan ketiga (2 JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

·         Guru memberi salam, berdoa, dan dilanjutkan dengan menanyakan kabar tugas merancang prosedur dan set alat penjernihan air (religius).

·         Melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang penjernihan air (critical dan mandiri).

·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

5 menit

2

Inti

Discovery

·         Peserta didik diminta berdiskusi           menentukan masalah yang berkaitan

30 menit


 

 

 

 

 

 

dengan bahan-bahan yang digunakan                     untuk menjernihkan air, misalnya: Bagaimana susunan bahan yang efektif dan efisien dalam proses penjernihan air?                              (creativity,

collaboration,                  dan

communication).

·         Peserta didik secara kelompok mendiskusikan rancangan                 prosedur percobaan penjernihan air secara efektif dan efisien dengan menerapkan variabel percobaan yang telah ditugaskan          sebelumnya (creativity, collaboration, dan communication).

·         Presentasi               rancangan

prosedur                (creativity, collaboration,                  dan communication).

·         Peserta didik secara kelompok memperbaiki prosedur dan set alat berdasarkan masukan yang ada (integritas, creativity, dan collaboration).

 

Pertemuan ketiga (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

Application

·         Peserta didik menguji rancangan              percobaan penjernihan air (creativity, collaboration,                  dan communication).

·         Guru memonitor aktivitas yang penting dari peserta didik selama menyelesaikan proyek menggunakan rubrik yang telah disiapkan.

·         Peserta didik menguji coba sampai               mendapatkan prosedur yang tepat dan rangkaian alat yang efektif

30 menit


 

 

 

 

 

 

dan efisien (creativity, collaboration, critical dan communication).

 

Communication

·         Peserta                           didik

mempresentasikan tugas proyek dan menerima feedback dari teman dan guru (literasi                            dan

communication).

·         Guru menilai presentasi laporan tugas proyek, laporan rancangan tugas proyek, laporan praktik sesuai rancangan dan produk penjernihan                        air

(communication              dan mandiri).

15 menit

3

Penutup

 

·         Peserta didik dan guru mereview hasil pembelajaran sifat-sifat koloid (koagulasi dan                          adsorpsi)

(communication              dan mandiri).

·         Refleksi terhadap hasil uji coba                       rancangan (communication              dan mandiri).

·         Pemberian tugas membuat laporan                   rancangan penjernihan air.

10 menit

Pertemuan keempat (2 JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

Guru :

Orientasi

              Melakukan             pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran (religius).

              Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin (integritas).

10 menit


 

 

 

 

 

 

       Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Aperpepsi

       Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran         yang         akan dilakukan    dengan    pengalaman peserta            didik           dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya (literasi dan integritas).

       Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.

       Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan (integritas, mandiri, dan critical).

Motivasi

     Memberikan gambaran tentang manfaat   mempelajari    pelajaran yang     akan     dipelajari     dalam kehidupan sehari-hari. Pemberian Acuan

           Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.

               Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung.

     Menyampaikan                tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung.

     Mengajukan pertanyaan

 

Pertemuan keempat (Lanjutan)

 

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

(integritas,        mandiri,        dan

critical).

       Pembagian kelompok belajar (communication                     dan collaboration)

               Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar

 


 

 

 

 

 

 

sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

 

Reflection

Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi pembuatan koloid dengan cara sebagai berikut.

·     Mengamati (tanpa atau dengan alat)                             tayangan

gambar/foto/video             yang relevan (literasi dan critical)

·     Membaca Lembar Kerja Peserta Didik materi pembuatan koloid (literasi).

·     Pemberian contoh-contoh materi pembuatan koloid untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif (literasi dan critical).

10 menit

2

Inti

Research

·     Peserta didik diminta berdiskusi dan menentukan masalah terutama dikaitkan dengan konsep yang sedang dipelajari yaitu pembuatan koloid.

·     Peserta didik diharapkan menanya, contoh pertanyaan: “Bagaimana cara pembuatan koloid?”

·     Peserta didik mencari informasi tentang cara-cara pembuatan koloid, misalnya:

a.        Proses pembuatan koloid.

b.        Bahan-bahan                bisa digunakan                  untuk pembuatan koloid.

30 menit

Pertemuan keempat (Lanjutan)

No

Tahap

Sintaks Model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

 

 

 

c. Jenis koloid yang dihasilkan.

·     Peserta didik diharapkan membuat                  rancangan pembuatan koloid berdasarkan alat dan bahn yang diperoleh

 


 

 

 

 

 

 

dari studi literatur (creativity, collaboration,                     dan communication).

 

 

 

Discovery

·     Peserta didik diminta berdiskusi              menentukan masalah yang berkaitan dengan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan koloid tersebut (creativity, collaboration,                     dan communication).

·     Peserta didik secara kelompok mendiskusikan rancangan prosedur                   percobaan pembuatan koloid secara efektif dan efisien dengan menerapkan                 variabel percobaan yang digunakan (creativity, collaboration, critical dan communication).

·     Presentasi rancangan prosedur dan feedback (creativity, collaboration, critical dan communication).

·     Peserta didik secara kelompok memperbaiki               prosedur berdasarkan masukan yang ada (creativity, collaboration, critical dan communication).

30 menit

3

Penutup

 

·     Peserta didik menyimpulkan bagaimana cara pembuatan koloid (communication dan mandiri).

·     Pemberian tugas merancang prosedur dan alat pembuatan koloid.

·     Prosedur dan alat rancangan boleh diujicoba di rumah.

10 menit

Pertemuan kelima (2 JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

1

Pendahuluan

 

·         Guru memberi salam, berdoa, dan dilanjutkan dengan menanyakan kabar tugas merancang prosedur dan set

5 menit


 

 

 

 

 

 

alat pembuatan koloid (religius).

·         Menyampaikan             tujuan pembelajaran.

·         Melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan tentang cara-cara pembuatan koloid (literasi dan

integritas).

 

2

Inti

Application

·         Peserta didik menguji rancangan               percobaan pembuatan koloid dengan alat dan bahan-bahan tertentu yang sudah disiapkan dari rumah mereka sendiri (creativity, collaboration, dan communication).

·         Guru memonitor aktivitas yang penting dari peserta didik selama menyelesaikan proyek menggunakan rubrik yang telah disiapkan.

·         Peserta didik menguji coba sampai                mendapatkan prosedur yang tepat dan koloid yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan (creativity, collaboration, dan communication).

45 menit

 

 

Communication

·         Peserta                            didik

mempresentasikan           hasil praktik dan pengisian LKPD dan menerima feedback dari teman             dan            guru (collaboration, critical dan communication).

·         Guru menilai presentasi laporan praktik, laporan rancangan proyek pembuatan koloid, dan produknya.

30 menit

Pertemuan kelima (2 JP x 45 menit)

 

No

Tahap

Sintaks model Pembelajaran

Kegiatan

Estimasi Waktu

3

Penutup

 

·         Peserta     didik     dan     guru

mereview  hasil pembelajaran

10 menit


 

 

 

 

 

 

cara-cara pembuatan koloid dan jenis koloid yang dihasilkan (mandiri, critical dan communication).

·         Refleksi terhadap hasil uji coba rancangan (mandiri, critical dan communication).

·         Pemberian tugas membuat laporan rancangan pembuatan

koloid dan laporan hasil praktikum.

 

 

H.    Media/Alat dan Bahan Pembelajaran

1.        Media                        : LKPD (Lampiran 4)

2.         Alat dan Bahan         : Alat

-         Botol air mineral

-         pasir

-         Kerikil

Bahan

-         Aquadest                           - Serabut kelapa/ijuk

-         Garam                               - Susu bubuk

 

 


I.   Sumber Belajar


: - Bahan Ajar (Lampiran)

-         Effendy. 2008. A-Level Chemistry for Senior High School Students Volume 2B. Malang: Bayumedia.

-         Sudarmo, Unggul. 2014. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 yang Disempurnakan. Surakarta: Erlangga.


 

J. Penilaian

1.    Teknik Penilaian:

a.    Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal


 

 

b.    Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan

c.    Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek*)

*) coret yang tidak perlu

 

 

2.    Bentuk Penilaian:

a.    Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik

b.    Tes tertulis : uraian dan lembar kerja

c.    Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi

d.    Portofolio : penilaian laporan

3.    Instrumen Penilaian (terlampir)

 

 

 

 

Mengetahui :

Kepala Sekolah,

 

 

 

Drs. I Made Kupasada, M.Pd. NIP . 19661007 199003 1 010

,............................................. 2019

Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

Komang Wisya Suwadarma, S.Pd. NIP. 19840104 200902 1 005

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penilaian yang dilakukan kepada peserta didik

a.        Pertemuan Pertama:


 

 

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi sikap pada saat diskusi.

Ø  Penilaian Pengetahuan      : Soal pilihan ganda, uraian dan tugas materi.

Ø  Penilaian Keterampilan     : Lembar pengamatan keterampilan pada saat praktik.

b.        Pertemuan Kedua:

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi sikap pada saat diskusi.

Ø  Penilaian Pengetahuan      : Soal pilihan ganda, uraian dan tugas materi.

Ø  Penilaian Keterampilan     : Lembar pengamatan keterampilan pada saat merancang penjernihan air.

c.        Pertemuan Ketiga:

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi sikap pada saat diskusi kelompok, lembar observasi menguji coba tugas proyek praktik penjernihan air (feedback langsung)

Ø  Penilaian Pengetahuan : Soal pilihan ganda dan uraian.

Ø  Penilaian Keterampilan     : Lembar pengamatan keterampilan pada saat merancang dan praktik penjernihan air, rubrik penilaian tugas proyek dan penilaian portofolio laporan proyek.

d.        Pertemuan Keempat:

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi sikap pada saat diskusi kelompok.

Ø  Penilaian Pengetahuan      : Soal pilihan ganda dan uraian.

Ø  Penilaian Keterampilan     : Lembar pengamatan keterampilan pada saat merancang pembuatan koloid.

e.        Pertemuan Kelima:

Ø  Penilaian Sikap                  : Lembar observasi menguji coba tugas proyek praktik pembuatan koloid (feedback langsung).

Ø  Penilaian Pengetahuan      : Soal pilihan ganda dan uraian.

Ø  Penilaian Ketrampilan       : Rubrik penilaian tugas proyek dan penilaian portofolio laporan proyek.

 

Instrumen Penilaian


 

 

1.    Penilaian Sikap a. Lembar Penilaian Diri

Penilaian diri setelah peserta didik belajar sifat-sifat Koloid

 

 

Topik         : ......................

Nama         : ................

Kelas         : ...................

 

 

Setelah mempelajari materi penjernihan air, Anda dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan tanda centang (Ö) pada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.

No

Pernyataan

Sudah Memahami

Belum Memahami

1.

Memahami konsep penjernihan air.

 

 

2.

Memahami penerapan konsep koagulasi

dan adsorpsi pada rancangan alat penjernihan air.

 

 

3.

Memahami set alat penjernihan air.

 

 

4.

Memahami cara merangkai alat penjernihan air.

 

 

5.

Dapat melakukan penjernihan air dengan menggunakan alat dan langkah kerja hasil rancangan.

 

 

6.

Memahami Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 ) serta kalkulasi produksi alat

penjernihan air.

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No

Pernyataan

Ya

Tidak

1.

Setelah melakukan tugas kelompok, saya

bekerjasama dengan teman satu kelompok.

 

 

2.

Saya melakukan tugas sesuai jadwal.

 

 

3.

Saya mencatat data dengan teliti dan sesuai

dengan fakta.

 

 

4.

Saya melakukan tugas sesuai dengan jadwal yang

telah dirancang.

 

 

5.

Sebelum melakukan tugas terlebih dahulu saya

membaca literature yang mendukung tugas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian

Nilai

Jika menjawab Ya, skor = 2

Nilai = (Jumlah Skor x 4) / (2 x Jumlah pertanyaan)

Jika menjawab Tidak, skor = 1


 

 

 

 


b.    Penilaian Antar Teman

 

 

Format Penilaian Antar Peserta Didik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No

Perilaku

Dilakukan/muncul

Ya

Tidak

1.

Mau menerima pendapat teman

 

 

2.

Memaksa teman untuk menerima pendapatnya

 

 

3.

Memberi solusi terhadap pendapat yang

bertentangan

 

 

4.

Mau bekerjasama dengan semua teman

 

 

5.

Disiplin pada saat belajar

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

c.      Jurnal

 

 



 


 

LEMBAR OBSERVASI SIKAP SISWA DILENGKAPI DENGAN RUBRIK PENILAIAN PEMBELAJARAN

 

 

No

 

Skor

 

Indikator dan Gradasi Indikator Sikap yang Teramati

Skor Sikap Siswa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Rasa ingin tahu/antusiasme dan disiplin siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

5

Siswa menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme dan sikap disiplin yang tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme yang tinggi dan menunjukkan sikap disiplin yang tergolong cukup atau sebaliknya yakni siswa menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme yang tergolong cukup

dan menunjukkan sikap disiplin yang tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme dan sikap disiplin yang tergolong cukup.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswa kurang menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme atau kurang menunjukkan sikap disiplin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa kurang menunjukkan rasa ingin tahu/antusiasme dan kurang menunjukkan sikap disiplin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Sikap objektif (jujur dan terbuka) siswa dalam menyajikan data hasil percobaan.

5

Siswa sangat objektif dalam menyajikan data hasil percobaan dan datanya tepat/benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa sangat objektif dalam menyajikan data hasil percobaan, tetapi datanya kurang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa cukup objektif dalam menyajikan data hasil percobaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswa kurang objektif dalam menyajikan data hasil percobaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa kurang objektif dalam menyajikan data hasil percobaan, serta datanya salah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Keuletan dan ketelitian siswa dalam menganalisis data untuk memecahkan masalah.

5

Siswa menunjukkan keuletan dan ketelitian yang tinggi dalam menganalisis data hasil percobaan untuk memecahkan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa menunjukkan keuletan yang tinggi dan menunjukkan ketelitian yang tergolong cukup dalam menganalisis data hasil percobaan untuk

memecahkan masalah atau sebaliknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa menunjukkan keuletan dan ketelitian yang tergolong cukup dalam menganalisis data hasil percobaan untuk memecahkan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

2

Siswa kurang menunjukkan keuletan atau kurang menunjukkan ketelitian dalam menganalisis data hasil percobaan untuk memecahkan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa kurang menunjukkan keuletan dan kurang menunjukkan ketelitian dalam menganalisis data hasil percobaan untuk memecahkan masalah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Sikap kritis siswa dalam mengkaji permasalahan selama proses pembelajaran.

5

Siswa     mampu    mengkritisi     permasalahan               dengan     memberikan penjelasan/jawaban yang jelas dan tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa     mampu    mengkritisi     permasalahan               dengan     memberikan penjelasan/jawaban yang jelas, namun kurang tepat atau sebaliknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa cukup mengkritisi permasalahan, namun penjelasan/jawaban yang diberikan kurang jelas dan kurang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswa     kurang     mengkritisi      permasalahan                dengan    memberikan

penjelasan/jawaban yang salah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa tidak mengkritisi permasalahan (diam).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Tanggung jawab siswa dalam melaksanakan kegiatan yang ditugaskan oleh guru selama pembelajaran.

 

5

Siswa melaksanakan semua tugas yang diberikan oleh guru meliputi: merumuskan masalah dan hipotesis, merancang dan melakukan percobaan, menganalis data, menarik simpulan dan melaporkan hasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Hanya empat dari lima tugas yang diberikan telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Hanya tiga dari lima tugas yang diberikan telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Hanya dua dari lima tugas yang diberikan telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Hanya satu dari lima tugas yang diberikan telah dilaksanakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Kesadaran siswa terhadap sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda sebagai wujud kebesaran Tuhan.

5

Siswa sangat menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Siswa menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Siswa cukup menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Siswa kurang menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Siswa tidak menyadari bahwa sifat suatu materi berbeda tergantung wujud benda merupakan wujud kebesaran Tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 


2.   PENILAIAN KINERJA

a. Laporan Kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek

Laporan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dapat berupa laporan kegiatan merancang, menguji alat dan laporan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan model rancangan yang dibuat.

Topik: Penjernihan air

 

3.14 Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan

berdasarkan sifat-sifatnya

4.14 Membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau melibatkan prinsip koloid

 

Indikator :

1.    Merancang prosedur penejrnihan air

2.    Merangkai alat sesuai rancangan (produk rancangan)

 

 

Contoh laporan merancangalat 1) Merancang perangkat alat penjernihan air

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS

LAPORAN KEGIATAN

Mempelajari konsep sifat-sifat koloid

dan perangkat alat untuk menjernihkan air

Tanggal : Laporan

Membuat rancangan percobaan penjernihan air dengan cara sebagai

berikut:

Tujuan Percobaan:



2.    Laporan Uji Coba Rancangan Praktik Penjernihan Air

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahap Kegiatan

Laporan Hasil Pengamatan

1. Melakukan percobaan penjernihan air ke-1

 

2. Melakukan percobaan penjernihan air ke-2

 

3. Melakukan percobaan penjernihan air ke-3

 


3.    Laporan Penelitian

 

Text Box: LAPORAN PENELITIAN


PETUNJUK KHUSUS
Berdasarkan hasil kegiatanmu ini, tulislah sebuah laporan penelitian sederhana tentang penyepuhan. Buat judul yang menarik, tulis laporan secara sistematis.

JUDUL
A.	Identitas Peserta Didik
B.	Dasar teori
C.	Tujuan percobaan
D.	Alat dan Bahan
E.	Prosedur Kerja
F.	Tabel Pengamatan
G.	Hasil dan Pembahasan
H.	Kesimpulan Daftar Pustaka



4.       

No.

Nama Siswa

Sistematika

Presentasi

Penggunaan

bahasa

Kejelasan

menyampaikan

Komunikatif

Kebenaran

konsep

1.

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

 

 

…..

 

 

 

 

 

 

 

 

Presentasi  Penilaian Presentasi

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian Presentasi

 

No

Indikator Penilaian

Kriteria Penilaian

Kurang

Cukup

Baik

Sangat Baik

1.

Sistematik a Presentasi

Materi presentasi diajukan secara tidak runtut dan tidak

sistematis

Materi presentasi diajukan secara kurang runtut dan tidak

sistematis

Materi presentasi diajukan secara runtut dan kurang sistematis

Materi presentasi diajukan secara runtut dan sistematis

2.

Penggunaa n bahasa

Menggunaka n bahasa yang baik, kurang baku, dan tidak terstruktur

Menggunakan bahasa yang baik, kurang baku, dan terstruktur

Menggunakan bahasa yang baik, baku, dan kurang terstruktur

Menggunakan bahasa yang baik, baku, dan terstruktur

3.

Kejelasan menyampa ikan

Artikulasi kurang, suara tidak terdengar,

bertele-tele

Artikulasi jelas, suara tidak terdengar,

bertele-tele

Artikulasi jelas, suara terdengar, bertele-tele

Artikulasi jelas, suara terdengar, tidak bertele-

tele

4.

Komunika tif

Membaca catatan sepanjang menjelaskan

Pandangan lebih banyak memandang catatan sepanjang menjelaskan

Pandangan lebih banyak memandang audiens sepanjang menjelaskan, tanpa gesture tubuh

Pandangan lebih banyak memandang audiens sepanjang menjelaskan, dengan gesture tubuh yang baik

5.

Kebenaran Konsep

Menjelaskan 1 dari 4 konsep

esensial dengan benar

Menjelaskan 2

dari 4 konsep esensial dengan benar

Menjelaskan 3

dari 4 konsep esensial dengan benar

Menjelaskan 4

dari 4 konsep esensial dengan benar


5.       Kinerja Praktikum Nama Siswa                             : Kelas         :

 

 

No.

Aspek/ Kinerja yang diharapkan

Penilaian

Keterangan

4

3

2

1

 

 

A. Persiapan Praktikum

 

 

 

 

 

1.

Membawa perlengkapan praktikum

(alat/bahan yang ditugaskan)

 

 

 

 

 

2.

Memakai jas lab dan berpenampilan

rapi

 

 

 

 

 

 

B. Selama Kegiatan Praktikum

 

 

 

 

 

3.

Mengambil bahan dengan rapi dan

tidak berceceran

 

 

 

 

 

4.

Mengambil bahan praktikum sesuai

kebutuhan

 

 

 

 

 

5.

Mengoperasikan alat dengan benar

 

 

 

 

 

6.

Menggunakan alat dan bahan sesuai

prosedur praktikum

 

 

 

 

 

7.

Memfokuskan    diri    pada    kegiatan

praktikum

 

 

 

 

 

8.

Memiliki minat terhadap aktivitas

praktikum

 

 

 

 

 

9.

Terlibat secara aktif dalam kegiatan

praktikum

 

 

 

 

 

10.

Mengamati hasil praktikum dengan

cermat

 

 

 

 

 

11.

Menafsirkan hasil pengamatan dengan

benar

 

 

 

 

 

12.

Menyajikan data secara sistematis dan

komunikatif

 

 

 

 

 

13.

Menganalisis data secara induktif

 

 

 

 

 

14.

Membuat kesimpulan yang sesuai

dengan hasil praktikum

 

 

 

 

 

 

C. Kegiatan Akhir Praktikum

 

 

 

 

 

15.

Membersihkan alat yang telah dikapai

 

 

 

 

 

16.

Membersihkan  meja  praktikum  dari

sampah dan bahan yang sudah dipakai

 

 

 

 

 

17.

Mengembalikan alat ke tempatnya

semula dalam keadaan kering

 

 

 

 

 


3. PENILAIAN PENGETAHUAN Kartu Soal Pilihan Berganda (PG)

 

 

 

KARTU SOAL

Jenjang Sekolah          : SMA

Mata Pelajaran            : KIMIA

Kelas                           : XI IPA

Kompetensi Dasar       : Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan

menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya

Topik                           : Koloid

Indikator Soal             : Siswa dapat menganalisis sifat-sifat koloid.

Level Kognitif               3

 

Perhatikan ke-3 gambar gelas berikut !

i                                            ii                                   iii

 

 

 

?             ?sabun

 

Jika isi gelas (i) dicampur dengan isi gelas (ii), keduanya tidak dapat bercampur sempurna.

Tetapi, jika ke dalam campuran tadi ditambahkan dengan isi gelas ke (iii) berupa air sabun ternyata dapat membentuk koloid. Isi gelas ke (i) dan ke (ii) adalah ....

a.       air dan garam

b.      garam dan minyak

c.       air dan minyak

d.      garam dan air jeruk

e.       larutan gula dan larutan garam

BAGIAN SOAL DISINI

Kunci Jawaban/Pembahasan :     c

Pembahasan : sabun mempunyai bagian kepala yang polar dan bersifat hidrofil, sedangkan bagian ekor (hidrokalor) yang nonpolar danbersifat hidrofob. Minyak akan terikat oleh bagian ekor yang bersifat hidrofob, sedangkanbagian kepala (hidrofil) menghadap bagian air sehingga terbentuk

emulsi.

 

 

Kartu Soal Bentuk Uraian


 

 

KARTU SOAL

Jenjang Sekolah          : SMA

Mata Pelajaran            : KIMIA

Kelas                           : XI IPA

Kompetensi Dasar : Mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya

Topik                           : Koloid

Indikator Soal              : Siswa dapat menganalisis sifat-sifat koloid.

Level Kognitif              3

 

Mengapa air keruh dapat dijernihkan dengan menambahkan tawas atau kapur?

 

 

BAGIAN SOAL DISINI

 

Pedoman Penskoran

 

 

No

UraianJawaban/Kata Kunci

Skor

 

Air yang keruh berarti mengandung lumpur

2

 

Lumpur adalah koloid bermuatan negatif yang kurangstabil.

3

 

Penambahan tawas [KAl(SO4)2] atau kapur bertujuan untuk

menetralkan muatan lumpur sehingga lumpur mengendap.

5

 

Total Skor

10


Pedoman Penskoran

 

 

No

UraianJawaban/Kata Kunci

Skor

 

Air yang keruh berarti mengandung lumpur

2

 

Lumpur adalah koloid bermuatan negatif yang kurangstabil.

3

 

Penambahan tawas [KAl(SO4)2] atau kapur bertujuan untuk

menetralkan muatan lumpur sehingga lumpur mengendap.

5

 

Total Skor

10


Tidak ada komentar:

Posting Komentar