25 Okt 2020

 Koloid, Larutan dan Suspensi.




Koloid atau dispersi koloid adalah bentuk materi yang memiliki sifat di antara larutan dan campuran atau suspensi. Bidang ini pertama kali dikenalkan oleh Thomas Graham.

Gula ketika dilarutkan ke dalam air akan tampak bening. Hal itu karena zat terlarut dalam larutan dapat membentuk ion atau molekul kecil. Zat tersebut membentuk larutan homogen dengan pelarut dan memiliki sifat tidak mudah mengendap pada sampai berapa lama pun hal itu terjadi karena Gaya gravitasi jauh lebih kecil jika dibandingkan energi kinetik molekul dalam larutan (lihat Gambar 1)


                                            Gambar 1

Bagaimana halnya dengan pelarutan yang cenderung membentuk endapan?

Ketika ukuran partikel zat terlarut lebih besar, maka pada suatu waktu akan mulai mengendap ke bawah. Hal ini disebabkan gaya gravitasi lebih berpengaruh dibandingkan dengan energi kinetik pada larutan. Dalam keadaan ini, kita tidak lagi memiliki larutan yang homogen, tetapi lebih cenderung merupakan campuran heterogen (lihat Gambar 2).



Zat terlarut dengan ukuran partikel besar, atau dengan massa molekul tinggi dalam suatu campuran, memiliki sifat dapat berinteraksi dengan cahaya tampak. Cahaya tampak memiliki panjang gelombang antara ~400nm hingga ~750nm. Partikel dengan diameter sekitar 400nm sampai 750nm akan menghamburkan cahaya dan akan tampak keruh. Beberapa zat memiliki ukuran molekul besar tapi masih terlalu kecil untuk mengendap. Sehingga memiliki sifat partikel berukuran besar namun membentuk larutan homogen. tersebut disebut sebagai dispersi koloid atau koloid saja.

Koloid memiliki sifat antara larutan homogen dan campuran heterogen. Ini dikarenakan partikel koloid cukup kecil sehingga tumbukan acak yang terjadi dalam larutan, masih bisa menahan pengaruh gaya gravitasi yang akan menariknya keluar dari larutan dan mengendap, tetapi partikel tersebut tidak benar-benar larut dalam larutan. Larutan koloid ini dapat terdeteksi dengan memperhatikan efek penghamburan cahaya yang terjadi. Penghamburan menunjukkan bahwa dispersi koloid di sepanjang larutan terdiri dari partikel- partikel berukuran besar. Walaupun cukup kecil untuk tidak mengendap keberadaannya menunjukkan lebih mendekati sifat campuran heterogen.

Macam-macam Sistem Koloid

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan zat yang memiliki sifat berbentuk campuran homogen namun tidak bening, atau keruh, seperti berbagai jenis minuman, susu atau pylox. Dispersi koloid dapat berupa  gas, cairan atau pun padatan. Terdapat beberapa contoh koloid berikut ini:.

Berdasarkan jenis fasa pendispersi, yaitu zat yang memiliki jumlah lebih banyak dan fasa zat yang terdispersi koloid terbagi menjadi delapan macam. Berikut jenis koloid berikut contohnya :

Tabel 8.1 Jenis-jenis koloid

 

Fasa pendispersi Koloid

Fasa terdispersi

Nama Koloid

Contoh

(pelarut)

 

 

 

Gas

Cair

Aerosol

Kabut

Gas

Padat

Aerosol padat

Asap

Cair

Gas

Busa

Buih Krim

Cair

Cair

Emulsi

Susu

Cair

Padat

Sol

Cat

Padat

Gas

Busa Padat

Marshmallow

Padat

Cair

Emulsi Padat

Mentega

Padat

Padat

Sol Padat

Gelas Ruby


SIFAT-SIFAT KOLOID

Koloid mempunyai sifat-sifat yang khas, misalnya menunjukkan efek Tyndall,

gerak Brown, dan mempunyai muatan listrik.

1.  Efek Tyndall


Gejala pemantulan dan pembauran cahaya oleh partikel dispersi sistem koloid disebut efek Tyndall. Gejala ini pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday kemudian diselidiki lebih lanjut oleh John Tyndall (1820 – 1893), seorang ahli Fisika bangsa Inggris. Efek Tyndall dapat digunakan untuk membedakan larutan sejati dari koloid. Untuk memahami efek Tyndall, perhatikan Gambar 4.


Gambar 4

Gelas sebelah kiri berisi larutan koloid dan sebelah kanan berisi larutan sejati. Dari gambar terlihat berkas cahaya yang melewati larutan koloid terlihat nyata, sedangkan pada larutan sejati tidak terlihat. Terlihatnya berkas cahaya tersebut disebabkan berkas cahaya yang mengenai partikel koloid akan dihamburkan oleh partikel tersebut.

Efek Tyndall juga terjadi pada pancaran matahari ke bumi. Pada waktu siang hari yang cerah, maka langit akan berwarna biru. Hal ini terjadi karena sinar matahari melewati partikel-partikel koloid di udara. Hanya komponen sinar matahari dengan panjang gelombang kecil (energi besar) yang dipantulkan, sinar yang dapat dipantulkan tersebut adalah sinar biru, nila. Hal ini terjadi akibat posisi matahari berada pada posisi jauh dari horizon.

2.  Gerak Brown

Gerak Brown adalah gerak lurus partikel-partikel koloid yang arahnya tidak menentu yang disebabkan oleh tumbukan dari molekul-molekul medium pendispersi dengan partikel-partikel koloid.







20 Okt 2020

Femtokimia


Sekelumit Mengenai Femtokimia.

mohon maaf jika ada salah kata dalam penyampaian materi, mohon saran dan kritiknya. terimakasih😉

19 Okt 2020

Pengenalan Kimia


Pengertian Ilmu Kimia

Jika mendengar istilah reaksi kimia, apa yang ada di benak kamu? Pasti menyeramkan, berbahaya, rumit, atau justru menyenangkan? Tidak semua orang suka dengan kimia. Hal itu disebabkan oleh adanya zat-zat kimia yang sering diidentikkan dengan zat-zat beracun atau berbahaya. 

Meskipun demikian, hampir seluruh produk yang digunakan oleh manusia saat ini melibatkan reaksi kimia di dalamnya, misalnya saja parfum, sabun, detergen, obat-obatan, pembakaran LPG, dan masih banyak lainnya. Oleh karena itu, penting bagi Quipperian untuk tahu lebih dalam tentang ilmu kimia atau hakikat ilmu kimia.  

lmu Kimia adalah bagian dari IPA yang fokus pada pembahasan tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi serta energi yang menyertainya. Apa yang dimaksud susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi?

1. Susunan materi

Susunan materi yang dimaksud adalah tentang unsur, senyawa, dan campuran.

  1. Unsur adalah zat paling sederhana yang sudah tidak bisa dibagi lagi, contohnya Na, H, O, Fe, dan C.
  2. Senyawa adalah zat yang terbentuk dari gabungan beberapa unsur dengan perbandingan tertentu. Contoh senyawa adalah CO2, H2O, dan CaCO3.
  3. Campuran adalah gabungan antara dua zat atau lebih di mana sifat penyusunnya tidak berubah. Contoh campuran adalah larutan gula, susu, air kanji, dan sebagainya.

2. Struktur materi

Struktur materi menjelaskan tentang ikatan yang terjadi antaratom sampai terbentuk molekul unsur, molekul senyawa, atau ion.

  1. Contoh molekul unsur adalah O2, N2, H2, dan P4.
  2. Contoh molekul senyawa adalah CO2, H2O, dan CaCO3.
  3. Contoh ion adalah Na+, Cl, dan Ca2+.

3. Sifat materi

Sifat materi yang dimaksud lebih mengarah ke sifat-sifat kimia suatu zat, misalnya mudah terbakar, mudah mengalami korosi, mudah bereaksi dengan zat lain, dan sebagainya.

4. Perubahan materi

Perubahan materi dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, contohnya lilin yang dibakar, es mencair, dan sebagainya.
  2. Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru akibat adanya reaksi kimia, contohnya besi berkarat, kayu dibakar menjadi abu, dan nasi menjadi basi.
Ruang Lingkup Kimia

Ruang lingkup Kimia meliputi susunan, struktur, sifat, serta perubahan materi dan yang menyertainya. Secara umum, kimia dibedakan menjadi dua, yaitu kimia deskriptif dan kimia teoritis.

  1. Kimia deskriptif adalah ilmu Kimia yang didapatkan melalui pengamatan sifat zat.
  2. Kimia teoritis adalah ilmu kimia yang membahas tentang materi. Adapun contoh Kimia teoritis adalah sebagai berikut.
    1. Kimia Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara Kimia dan Fisika. Bahasan dalam Kimia Fisika adalah zat secara makroskopis, atomik, maupun subatomik ditinjau berdasarkan hukum-hukum dalam Fisika.
    2. Kimia Organik adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat, dan komposisi senyawa organik.
    3. Kimia anorganik adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat, dan komposisi senyawa anorganik.
    4. Kimia Analitik adalah ilmu yang mempelajari tentang kandungan suatu zat.
    5. Kimia Lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang dampak pencemaran lingkungan, metode penghitungan kadar pencemaran, dan sebagainya.
    6. Biokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi-materi di dalam proses metabolisme tubuh.