19 Mar 2017

Prinsip Dasar Media pembelajaran

A. Latar Belakang
Pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik, maupun antar peserta didik yang di dalamnya membahas suatu ide atau pokok bahasan dengan harapan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat baik itu bagi peserta didik maupun pendidik. Proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil apabila telah tercapai dan tertanamkan sebuah kompetensi dasar dari konsep yang telah diajarkan oleh pendidik. Setiap pendidik pasti akan mengupayakan semaksimal mungkin proses belajar mengajar itu agar berjalan dengan baik dan apa yang dipelajari tersampaikan seutuhnya kepada peserta didik. Sebagai seorang pendidik haruslah mempunyai sikap kreatif dan inovatif untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar seperti penggunaan media yang bermacam-macam, agar peserta didik yang sedang melangsungkan kegiatan belajar tersebut tidak merasa jenuh dan materi pun tersalurkan dengan baik kepada mereka.
Dalam kegiatan pembelajaran media mempunyai peran penting di dalamnya. Berbagai macam media pembelajaran saat ini tersedia dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Peranan media dalam proses pembelajaran diantaranya adalah media pembelajaran harus mampu menjadi alat perantara atau penyalur materi yang baik agar siswa atau peserta didik mampu menerima dan memahami materi pembelajaran yang dipelajari menggunakan media pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, kesesuaian antara media pembelajaran yang dipilih dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan dapat menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pembelajaran yang dilakukan.
Pemilihan media pembelajaran tentu tidak boleh sembarangan dalam menentukan, akan sangat baik jika mengikuti prinsip-prinsip tertentu dalam pemilihan media pembelajaran. Karena bila pendidik membuat media yang sembarangan khawatir kegiatan belajar mengajar tersebut tidak berlangsung dengan baik dan materipun tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik. Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, berikut ini akan dibahas tentang prinsip penggunaan media pembelajaran, baik itu secara umum maupun psikologis. Agar pendidik mengetahui dan dapat menentukan media yang tepat untuk membantu menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar di kelas


B. Prinsip Dasar Media Pembelajaran

a. Prinsip umum yang dipakai sebagai pedoman penggunaan media intruksional, antara lain :
1. Penggunaan media pembelajaran bukan berarti mengurangi pentingnya keberadaan pembelajar di kelas atau sebagai pengganti pembelajar dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas. Media berfungsi sebagai alat belajar.
2. Tidak ada satu mediapun yang perlu dipakai dengan memindai media pembelajaran yang lainnya adanya tiap jenis media dapat digunakan sesuai dengan kegunaan masing-masing,
3. Setiap media pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kelemahan. Pembelajar perlu pandai memanfaatkan kelebihan dari suatu media di sesuaikan dengan tujuan intruksional yang akan dicapai.
4. Media pembelajaran apapun yang akan digunakan pembelajar perlu mengusahakan adanya partisipasi peserta didik dalam kegiatan belajar (CBSA)
5. Pada waktu akan menggunakan media intruksional perlu benar-benar memperhitungkan semua KSI.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran adalah
1. Media yang dipilih perlu sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran, metode mengajar yang digunakan serta karakteristik peserta didik yang belajar (tingkat pengetahuan pebelajar, bahasa pebelajar, dan jumlah pebelajar yang belajar).
2. Untuk dapat memilih media yang tepat, pembelajar perlu mengenal ciri-ciri dan tiap tiap media pembelajaran.
3. Pemilihan media pembelajaran perlu berorientasi pada pebelajar yang belajar, artinya pemilihan media untuk meningkatkan efektivitas belajar para peserta didik.
4. Pemilihan media perlu mempertimbangkan biaya pengadaan, ketersediaan bahan media, mutu media, dan lingkungan fisik tempat belajar.
Maka dari itu, wajar pemanfaatkan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran dapat dipakai sebagai dasar media pembelajaran mempunyai kontribusi tidak sedikit pada keberhasilan pelajar. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti :Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, Karakteristik pebelajar atau sasaran, Jenis rangsangan belajar yang diinginkan, Keadaan lingkungan, Kondisi setempat, Luasnya jangkauan yang dilayani.

B.     Prinsip-prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran (Arisandi, 2011).
Ketika suatu media akan dipilih dan dipergunakan, saat itulah beberapa prinsip perlu pendidik perhatikan dan dipertimbangkan dengan baik dan tepat. Keberhasilan penggunaan media pembelajaran tergantung dari beberapa faktor, seperti proses kognitif dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu para ahli mengajukan prinsip-prinsip kelayakan media pembelajaran sehingga menghasilkan media pembelajaran yang efektif. Drs. Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran yang dibaginya ke dalam tiga kategori, sebagai berikut:
1.      Tujuan Pemilihan
Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran (siswa belajar), untuk informasi yang bersifat umum, maupun untuk sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong? Lebih spesifik lagi, apakah untuk pengajaran kelompok atau individual, apakah untuk sasaran tertentu seperti anak TK, SD, SMP, SMU, tuna rungu, tuna netra, masyarakat pedesaan, ataukah masyarakat perkotaan. Tujuan pemilihan ini berkaitan dengan kemampuan berbagai media.
2.      Karakteristik Media Pengajaran
Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaanya. Memahami karakteristik berbagai media pengajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya dengan keterampilan pemilihan media pengajaran. Di samping itu, memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai jenis media pengajaran secara bervariasi. Sedangkan apabila kurang memahami karakteristik media tersebut, guru akan dihadapkan kepada kesulitan dan cenderung bersikap spekulatif.
3.      Alternatif Pilihan
Memilih pada hakikatnya adalah proses membuat keputusan dari berbagai alternatif pilihan. Guru bisa menentukan pilihan media mana yang akan digunakan apabila terdapat beberapa media yang dapat diperbandingkan. Sedangkan apabila media pengajaran itu hanya ada satu, maka guru tidak bisa memilih, tetapi menggunakan apa adanya.

C.    Prinsip Psikologis dalam Pemilihan dan Penggunaan Media Pembelajaran
Pemilihan media pembelajaran tentu tidak boleh sembarangan dalam menentukan, akan sangat baik jika mengikuti prinsip-prinsip tertentu dalam pemilihan media pembelajaran. Dalam penggunaan media pembelajaran juga perlu mendapat perhatian khusus terutama bagaimana penggunaan media serta hal-hal yang mempengaruhi. Faktor pada siswa atau peserta didik juga perlu diperhatikan agar media pembelajaran dapat digunakan secara baik dan benar dan mampu mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dengan baik, bahkan diharapkan media pembelajaran mampu mengambil peranan penting dalam proses pembelajaran.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pemilihan dan penggunaan media pembelajaran tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus mengikuti prinsip-prinsip tertentu. Arsyad (2013: 71) mengemukakan dari segi teori belajar, terdapat beberapa prinsip psikologis yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penggunaan media pembelajaran. Prinsip-prinsip psikologis dalam pemilihan dan penggunaan media pembelajaran tersebut adalah:
1.      Motivasi
Media pembelajaran yang dipilih dan digunakan hendaknya mampu menumbuhkan motivasi atau minat dan keinginan belajar peserta didik. Proses pembelajaran yang dialami siswa akan sangat baik jika memberikan kesan dan pengalaman yang bermakna sehingga siswa mudah untuk mengingat dan memahami materi pembelajaran yang diterima.
2.      Perbedaan Individual
Siswa merupakan sebuah kelompok belajar yang heterogen. Ini berarti bahwa siswa satu dengan siswa lain memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda. Faktor intelegensi, tingkat pendidikan, kepribadian, gaya belajar, serta faktor lain mempengaruhi bagaimana masing-masing siswa menerima pelajaran atau materi. Media pembelajaran harus mampu menyelaraskan kemampuan masing-masing siswa agar mampu menerima inti materi pembelajaran.
3.      Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran sangat mempengaruhi media pembelajaran yang dipilih. Kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan media yang dipilih mampu mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran. Siswa juga harus mengetahui tujuan pembelajaran sehingga mampu memanfaatkan media pembelajaran yang dipilih dengan baik dan benar.
4.      Organisasi Isi
Pembelajaran akan dapat dilakukan dengan benar jika isi dan segala sesuatu yang mendukung pembelajaran diatur atau diorganisasikan menurut urutan yang baik. Mendahulukan mana yang perlu diprioritaskan serta memisahkan berdasarkan tingkat kesulitannya.
5.      Persiapan Sebelum Belajar
Persiapan juga memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Persiapan yang baik tentu lebih memudahkan proses pembelajaran dilakukan. Penggunaan media pembelajaran tertentu juga terkadang memerlukan persiapan khusus agar mampu memahami dan menggunakan dengan baik. Namun bukan berarti dengan persiapan yang baik lalu pembelajaran akan berjalan lancar begitu saja, proses pembelajaran tetap harus juga diperhatikan dan diawasi dengan seksama.
6.      Emosi
Media pembelajaran merupakan alat atau cara yang tepat untuk menghasilkan respon emosional seperti faktor takut, cemas, empati, cinta kasih, dan kesenangan. Perhatian perlu ditujukan pada elemen rancangan media agar hasil maupun mempengaruhi bukan hanya pengetahuan, namun juga sikap peserta didik.
7.      Partisipasi
Pembelajaran dapat berlangsung dengan baik jika terjadi komunikasi secara 2 arah. Partisipasi aktif dari siswa tentu menunjukkan bagaimana penerimaan materi oleh siswa. Interaksi baik dengan guru maupun media pembelajaran sangat baik dibandingkan siswa hanya diam menerima informasi yang diberikan saja.
8.      Umpan Balik
Hasil belajar mampu ditingkatkan apabila secara berkala siswa menerima informasi mengenai kemajuan belajarnya. Umpan balik hasil atau kemampuan belajar ini sangat mempengaruhi aspek motivasi dan keinginan belajar siswa yang berkelanjutan.
9.      Penguatan
Penguatan atau reinforcement sangat bermanfaat untuk keberlangsungan dan keberlanjutan belajar siswa. Siswa mendapatkan dorongan sehingga mampu secara positif mempengaruhi perilaku.
10.  Latihan dan Pengulangan
Informasi atau materi akan dapat diterima secara keseluruhan oleh peserta didik jika dilakukan pengujian dan pengulangan. Latihan dan pengulangan sangat berguna agar siswa mampu lebih menguasai materi dan materi tersebut dapat dipahami siswa bukan hanya pada saat dipelajari saja, namun juga untuk jangka panjang.
11.  Penerapan
Media pembelajaran mampu membantu siswa untuk memahami konsep materi pembelajaran. Namun bukan sebatas memahami saja, siswa juga harus mampu menerapkan materi-materi yang dipelajari dalam berbagai kasus terutama keseharian. Media pembelajaran juga mampu membantu peserta didik untuk melakukan analisis terhadap sesuatu hal yang dapat mempengaruhi tingkat dan kemampuan berpikir peserta didik.
Prinsip psikologis ini merupakan aspek-aspek yang banyak berpusat pada siswa. Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran sangat perlu memperhatikan prinsip-prinsip psikologis ini sehingga mampu memberikan pengaruh bukan hanya dalam pembelajaran namun juga pada siswa. Siswa atau peserta didik tentu akan mudah mengikuti pembelajaran jika media pembelajaran yang dipilih tepat digunakan dan mampu mempengaruhi siswa secara positif pada berbagai aspek.

15 komentar:

  1. Saya ingin menambahkan bahwa prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru.Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik .

    BalasHapus
  2. iya saya setuju dengan pendapat saudari,suatu media dibuat buka semata-mata hanya dilihat dari sudut pandang guru maupun materi yang ingin disampaikan,tetapi yang lebih penting dilihat dari kebutuhan siswa akan suatu pokok bahasan tsb

    BalasHapus
  3. pada prinsip-prinsip yang telah anda jelaskan, apakah prinsip-prinsip tersebut saling berhubungan? tolong jelaskan jika iya.

    BalasHapus
  4. menurut saya iya,karena setiap prinsip memiliki fungsinya masing-masing dalam sebuah media pembelajaran, dan tentunya jika seorang guru ingin membuat suatu media pembelajaran haruslah memenuhi dari macam-macam prinsip tsb,jika saja salah satu prinsip tidak ikut didalam media yang dibuat,maka media tsb dapat dikatakan tidak memenuhi syarat sebagai sebuah media

    BalasHapus
  5. assalamualaikum wr wb, disi say mau bertanya pada, Prinsip-prinsip psikologis ada yang dinamakan umpan balik, disini say kurang memahami dari penjelasan saudari bisakan lebih diperjelas dan contoh dri umpan balik itu seperti apa, ?

    BalasHapus
  6. waalaikumsalam,umpan balik disini maksudnya adalah Hasil belajar mampu ditingkatkan apabila secara berkala siswa menerima informasi mengenai kemajuan belajarnya. Umpan balik hasil atau kemampuan belajar ini sangat mempengaruhi aspek motivasi dan keinginan belajar siswa yang berkelanjutan. jadi dapat disimpulkan bahwa umpan balik itu sesuatu yang didapatkan siswa setelah mereka melakukan sessuatu seperti dalam proses belajar mengajar

    BalasHapus
  7. assalamualaikum , saya ingin bertanya. menurut anda Media seperti apa yang cocok diterapkan pada pembelajaran kimia di daerah pedesaan ? Terimakasih

    BalasHapus
  8. waalaikum salam, menurut saya suatu media itu tergantung pada lingkungan dimana media tersebut akan diterapkan,nah kalau untuk media pembelajaran kimia untuk daerah pedesaan yaitu suatu media atau alat peraga yang langsung memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar seperti dalam pembelajaran koloid bisa membawa suatu contoh alat peraga dalam bentuk agar-agar,tetapi jika desa tsb telah memiliki fasilitas listrik serta internet yang memadai bisa saja di gunakan media yang lebih canggih lagi

    BalasHapus
  9. Pada prinsip pengelolaan pembelajaran ini, yang sangat perlu diperhatikan adalah prosesnya, dimana seorang guru tersebut mampu untuk menempatkan dirinya pada tempat yang sesuai pada semua urutan dan keseluruhan proses tersebut.

    Nantinya pada pelaksanaan pembelajaran pasti akan ditemui ketidak sesuaian dengan perencanaan, misalnya saja timbul ide-ide dari individu-individu tersebut, dimana idenya tersebut kurang tepat dan anda sebagai guru harus mampu mengakomodasi ide-ide tersebut.

    BalasHapus

  10. a. Tujuan pembelajaran.
    b. Bahan pelajaran.
    c. Metode pengajaran.
    d. Tersedia alat yang dibutuhkan.
    e. Pribadi pengajar.
    f. Minat dan kemampuan siswa.
    g. Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.
    Sementara itu, Mulyani Sumantri, menggaris bawahi tentang prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran yang layak, yakni sebagai berikut:
    a. Media harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran dan bahan ajar yang akan disampaikan.
    b. Media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
    c. Media harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik dari pengadaannya maupun penggunaannya.
    d. Media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5)

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum. Saya ingin bertanya. Bagaimana jika kita membuat multimedia tetapi tidak mengikuti prinsip yang ada ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah disini saya sedikit memberi tambahan, tentunya media yg kita buat akan kurang baik karena prinsip yang ada itu menjadi acuan dalam kita membuat suath multimedia untuk proses pembelajaran

      Hapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Saya ingin menambahkan : Menurut Mayer (2005), prinsip-prinsip multimedia pembelajaran ada tujuh yaitu :

    Prinsip multimedia : siswa bisa belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar-gambar dibandingkan dengan hanya kata-kata atau gambar saja.


    Prinsip keterdekatan ruang : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang saling terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan di halaman atau di layar.


    Prinsip keterdekatan waktu : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian.


    Prinsip koherensi : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra dibuang.

    BalasHapus